Menko Polkam: Keamanan Nasional Terkendali

oleh
banner 468x60

Jakarta, Pelita Baru

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago menegaskan kondisi politik dan keamanan nasional hingga saat ini tetap aman, stabil, dan terkendali meskipun dinamika global terus berkembang.

banner 336x280

Pemerintah bersama TNI, Polri, Kejaksaan Agung, dan Badan Intelijen Negara (BIN) memastikan seluruh program pembangunan tetap berjalan serta mengajak masyarakat tidak mudah mempercayai informasi palsu yang beredar di media sosial.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers bersama Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo, Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin, dan Kepala BIN Muhammad Herindra di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Menko Polkam mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan situasi global yang berpotensi memengaruhi kondisi dalam negeri. Berbagai langkah antisipatif dilakukan agar dampaknya terhadap masyarakat dapat ditekan seminimal mungkin sehingga tidak mengganggu pelaksanaan program-program prioritas pemerintah.

“Situasi di dalam negeri sangat mantap dan seluruh perkembangan masih berada dalam kendali kita bersama. Pemerintah terus memperhitungkan perkembangan global dan berupaya agar dampaknya tidak terlalu mengganggu program kerja pemerintah maupun kehidupan masyarakat,” ujar Djamari.

Ia menegaskan, kondisi keamanan di seluruh wilayah Indonesia tetap kondusif. Aktivitas masyarakat di berbagai daerah berlangsung normal tanpa adanya gangguan yang dapat menghambat kehidupan sosial maupun perekonomian.

Menurutnya, berbagai narasi yang berkembang di media sosial kerap tidak mencerminkan kondisi nyata di lapangan. Informasi yang berisi hoaks, disinformasi, fitnah, dan ujaran kebencian dinilai justru memicu keresahan yang tidak perlu di tengah masyarakat.

“Kondisi masyarakat kita tidak seperti yang digambarkan di media sosial. Aktivitas masyarakat di Jakarta maupun daerah berjalan seperti biasa, aman dan kondusif. Jangan sampai masyarakat dibuat khawatir oleh informasi yang tidak benar,” katanya.

Menko Polkam menegaskan pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas politik dan keamanan karena merupakan prasyarat utama keberhasilan pembangunan nasional. Stabilitas tersebut menjadi fondasi agar berbagai program pemerintah dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Pemerintah tetap berkomitmen memastikan seluruh program yang diharapkan masyarakat berjalan dengan baik. Semua itu sangat bergantung pada kondisi keamanan dan stabilitas nasional yang harus kita jaga bersama,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial dengan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Menurutnya, penyebaran konten yang menyesatkan hanya akan memecah persatuan serta memengaruhi optimisme masyarakat terhadap kondisi bangsa.

“Mari kita jaga ruang digital kita. Jangan menyebarkan konten yang menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Berita bohong, disinformasi, fitnah, dan ujaran kebencian hanya akan mempolusi pikiran masyarakat dan merugikan kehidupan berbangsa,” ujar Djamari Chaniago.

Lebih lanjut, Djamari menegaskan pemerintah tidak akan tinggal diam terhadap penyebaran informasi yang mengandung unsur pidana. Aparat penegak hukum akan mengambil langkah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan apabila ditemukan pelanggaran hukum.

“Kalau sudah masuk kategori pelanggaran pidana, tentu tidak bisa dibiarkan terus-menerus. Kami akan melakukan tindakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Menko Polkam berharap media massa dapat terus berperan menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Ia menilai peran pers sangat penting dalam menjaga optimisme publik sekaligus memperkuat ketahanan nasional di tengah tantangan global.

Pada kesempatan ini, Menko Polkam juga menegaskan pemerintah akan mengambil tindakan secara terukur terhadap setiap pihak yang menyebarkan hoaks, disinformasi, fitnah, maupun ujaran kebencian yang mengganggu kepentingan masyarakat luas dan stabilitas nasional. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga ketenangan masyarakat serta memastikan berbagai program pembangunan nasional berjalan tanpa gangguan.

Menko Polkam menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan penyebaran informasi yang berpotensi memecah belah masyarakat terus berlangsung.

Menurutnya, aparat keamanan akan bertindak sesuai ketentuan hukum apabila konten yang disebarkan terbukti mengganggu kepentingan publik. “Begitu dia mengganggu kepentingan masyarakat luas, kita lakukan tindakan-tindakan yang sangat-sangat terukur. Tidak bisa berlanjut begitu terus,” tegas Djamari.

Ia mengingatkan seluruh pihak agar menghentikan penyebaran informasi yang menimbulkan keresahan. Bangsa Indonesia, kata dia, membutuhkan suasana yang tenang agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari sekaligus mendukung keberhasilan pembangunan nasional.

“Bangsa ini membutuhkan ketenangan. Negeri ini membutuhkan ketenangan agar masyarakat dapat menjalani kehidupan mereka masing-masing dan bersama-sama membangun bangsa,” ujarnya.

Menurut Djamari, stabilitas politik dan keamanan merupakan modal utama bagi pemerintah untuk melaksanakan berbagai program pembangunan yang manfaatnya dirasakan masyarakat. Karena itu, seluruh elemen bangsa diharapkan ikut menjaga ruang publik, termasuk ruang digital, agar tidak dipenuhi informasi yang menyesatkan.

Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Menko Polkam mengajak masyarakat menjaga suasana yang damai sehingga perayaan kemerdekaan dapat berlangsung dengan penuh kegembiraan dan persatuan. “Mari kita hentikan hal-hal yang menimbulkan keresahan. Kita rayakan Hari Kemerdekaan dengan tenang, berbahagia, dan bergembira tanpa dibebani informasi yang menyesatkan,” katanya.

Djamari Chaniago juga mengajak insan pers dan media massa untuk terus menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Menurutnya, media memiliki peran strategis dalam menjaga optimisme masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan nasional di tengah berbagai tantangan global.  “Saya berharap rekan-rekan pers dan media dapat menyampaikan informasi ini secara tepat kepada masyarakat. Menjaga stabilitas dan ketenangan bangsa merupakan tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Ia berharap seluruh komponen bangsa terus bersinergi menjaga persatuan dan keamanan nasional agar Indonesia mampu mewujudkan cita-cita menjadi negara yang maju, makmur, dan sejahtera. (fuz)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *