Konsep Latihan SN Harus “Teratur, Terukur, Terarah dan Berkesinambungan”

oleh
Pelatih Utama Satria Nusantara (SN) pusat Yogyakarta, Dwi Bono (tengah berdiri) saat memberikan penjelasan keilmuan olahraga pernafasan SN, pada kegiatan Evaluasi Kenaikan Tingkat (EKT) di Lembaga SN Kota Bekasi.(ans)
banner 468x60

Bekasi, pelitabaru.com – Guna meningkatkan kesehatan fisik, mental dan menyeimbangkan sistem kerja sel, serta organ tubuh perlu adanya pengolahan pernafasan yang dipadukan dalam gerak tubuh dengan dibarengi konsentrasi.

Sementara itu, dasar-dasar olahraga pernapasan Satria Nusantara merupakan perpaduan tiga elemen utama tersebut. Yakni, napas, gerak, dan konsentrasi. Bila ketiga elemen utama tersebut dipadukan, akan berdampak positif bagi kesehatan tubuh dan konsep latihan di SN harus “Teratur, Terukur, Terarah dan Berkesinambungan”.

banner 336x280

Demikian disampaikan Pelatih Utama Satria Nusantara (SN) pusat Yogjakarta, Dwi Bono saat ditemui Pelita Baru di Bekasi, Minggu (20/9/26) usai kegiatan Evaluasi Kenaikan Tingkat (EKT).

Sel dalam tubuh kita perlu diolah, untuk itu sebelum tubuh (sel) ini mati, berusahalah dengan semaksimal mungkin untuk menjaga keseimbanganya, dengan selalu menjaga pengaturan nafas dalam dan latihan rutin. Minimal 3 kali dalam satu minggunya.

Perlu kita perhatikan dan persiapkan, sebelum sel ini meninggalkan kita, karena kita pasti akan terpisah dengan orang yang kita cintai. Tentunya, sebelum kita dipisahkan dengan yang kita cintai, berusahalah semaksimal mungkin berdamai dengan yang kita cintai.

Apa yang harus kita cintai ? Tentunya, dalam olahraga SN yang kita cintai adalah nafas. Untuk itu, berusahalah untuk membuat nafas senang teradap kita, karena nafas merupakan oksigen yang sangat kita butuhkan dan menjadi salah satu sumber kehidupan kita.

Perlu diingat pula, segala sesuatunya yang kita kerjakan pasti akan ada saat selesainya. “Kerjakan usaha yg kita bangun dengan rasa cinta, karena semuanya akan ada catatan buat evaluasi terhadap apa yang telah kita lakukan,” jelas Dwi Bono.

Menurut pengamatan dalam olahraga Seni Pernafasan SN berpatokan pada prinsip dan dasar-dasar pelaksanaanya. Pertama, olah nafas. Saat latihan, anggota harus menghirup, menahan dan mengeluarkan nafas pelan-pelan. Olah nafas ini untuk mengoptimalkan suplai oksigen, dan menyeimbangkan sel, serta organ tubuh.

Sementara dalam olah gerak dilakukan dengan jurus yang terencana. Ini berfungsi membantu melancarkan peredaran darah, mengaktifkan sistem syaraf, dan memperkuat fisik.

Dalam menjalankan latihan SN diperlukan konsentrasi yang bertujuan untuk pemusatan pikiran guna mengendalikan energi tubuh, menstabilkan emosi untuk mencapai ketenangan jiwa.

Kedua, tujuan dan manfaat keseimbangan sel degan pemanfaatan udara yang kita ambil melalui olah nafas tersebut, akan menyeimbangkan metabolisme dalam tubuh kita. Bila kapasitas vital pada paru-paru meningkat, akan meningkatkan fungsi organ pernapasan dan jantung agar bekerja lebih optimal.

Selain itu, dari segi kesehatan akan meningkatkan kebugaran dan menjaga daya tahan tubuh, melancarkan peredaran darah, serta membantu menormalkan tekanan darah melalui aktivitas saraf parasimpatis yang berfungsi memperlambat detak jantung, menurunkan tekanan darah, karena dapat membuat pembuluh darah rileks untuk stabil.

Bila latihan SN dilakukan secara teratur dan terukur akan mewujudkan kesehatan dan bugaran bagi tubuh yang diolah pernafasannya. (ans)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *