Semarang, pelitabaru.com – Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang memperkuat dukungan peningkatan kualitas dan mutu pendidikan lewat hadirnya Sekolah Swasta Gratis. Program di bidang pendidikan ini bakal diluncurkan bersamaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026 ini.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengatakan bahwa komitmen utama menyiapkan pendidikan berkualitas dan setara berhasil diwujudkan untuk terciptanya pemerataan akses pendidikan bagi seluruh warga.
“Pemkot Semarang berkomitmen akan bekerja keras bersama seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan visi Semarang Cerdas melalui pemerataan pendidikan,” kata Agustina.
Kebijakan baru Pemerintah Kota Semarang meningkatkan daya tampung sekolah 15% tersebut, pada tahun ini dijalankan dengan membebaskan siswa mendaftar di sekolah negeri dan swasta. Jangkauan ‘Sekolah Gratis’ akan menyasar anak-anak asal keluarga kurang mampu.
Melalui aturan ini, Wali Kota Agustina berharap, peran sekolah swasta akan dioptimalkan bermaksud menambah daya tampung signifikan.
“Pelibatan sekolah swasta adalah langkah strategis kami untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam mendapatkan akses pendidikan. Melalui skema ini, kami berhasil meningkatkan daya tampung hingga 15 persen, sehingga distribusi calon peserta didik menjadi lebih merata dan tidak hanya bertumpu pada sekolah negeri,” ucap Agustina.
Langkah Pemerintah Kota Semarang inipun mendapatkan apresiasi serta penghargaan dalam dua kategori. Pertama, penghargaan diberikan oleh Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah.
Apresiasi ini diberikan atas capaian kinerja terbaik dalam pelibatan sekolah swasta serta kepatuhan terhadap sistem rombongan belajar (rombel) pada penerimaan SPMB.
Lalu, Kota Semarang juga dianugerahi penghargaan Sinergi dan Kolaborasi Program Prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Penghargaan kedua ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kepatuhan dan kecepatan Pemerintah Kota Semarang dalam mengimplementasikan kebijakan-kebijakan pusat di tingkat daerah, mulai dari peningkatan mutu pembelajaran hingga aksesibilitas pendidikan.
Agustina juga menegaskan pelaksanaan SPMB berkualitas adalah kunci untuk pelayanan pendidikan yang adil dan tanpa diskriminasi. Sehingga, diharapkan tata kelola pendidikan di Ibu Kota Jawa Tengah semakin inklusif dan transparan.
“Kami ingin semangat Semarang Cerdas ini benar-benar dirasakan manfaatnya melalui akses pendidikan yang berkualitas dan merata bagi setiap anak. Kami berkomitmen penuh menjadikan sektor pendidikan sebagai prioritas utama,” kata Agustina. (*)












