Lantik 42 Anggota DPPI, Wali kota Agustina Harap Bisa Jadi Benteng Ideologi

oleh
Istimewa
banner 468x60

Semarang, pelitabaru.com – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng melantik 42 anggota Purna Paskibraka menjadi Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Kota Semarang.

Lewat pelantikan ini, Agustina berpesan, generasi muda juga ikut berperan mendukung pemerintah untuk menanamkan nilai-nilai luhur bangsa serta membentuk karakter pemimpin muda yang berintegritas dan setia kepada NKRI.

banner 336x280

“Saya minta mereka agar menjadi simbol. Setiap keputusan, kalimat yang keluar (diucapkan), dan gerak-geriknya itu melambangkan dirinya sebagai seorang yang pancasilais,” ujar Agustina.

Agustina menekankan bahwa para Duta Pancasila adalah pemuda pilihan dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi yang diharapkan menjadi benteng ideologi di tengah arus globalisasi.

“Pancasila itu kalau diperas menjadi satu kata itu adalah gotong royong. Kalau kita sudah terbiasa untuk hidup dengan berpikir dengan cara gotong royong, kita akan cenderung untuk menjalin hubungan baik dengan semua pihak. Artinya kondusivitas itu menjadi nomor satu,” tegas wali kota.

Pemerintah Kota Semarang menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh seluruh program DPPI demi memastikan pembinaan karakter pemuda berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi kemajuan kota.

Wali Kota Agustina berharap agar para Duta Pancasila ini terus menyebarkan pesan persatuan secara kreatif melalui media sosial agar mudah diterima oleh sesama generasi muda.

“Peran nanti kami minta anak-anak muda tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki empati tinggi agar pengabdian mereka dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di lingkungan terkecil, seperti keluarga, sekolah, hingga media sosial,” ucap Agustina.

Sementara itu Ketua Umum DPPI Pusat, Yuslihayanti, yang turut hadir menyaksikan pelantikan memberikan apresiasi atas kompetensi diri yang dimiliki para purna Paskibraka tersebut. Ia menjelaskan bahwa pembentukan Duta Pancasila ini dilakukan hingga tingkat Kabupaten/Kota karena para anggotanya harus melalui proses seleksi ketat sebagai Paskibraka terlebih dahulu.

“Dengan adanya kompetensi diri yang diberikan kepada adik-adik atau teman-teman Purna Paskibraka duta Pancasila, kami dapat mengaktualisasikannya ke kehidupan kami sehari-hari. Walaupun jumlah kami mungkin tidak banyak, hanya 30 ribu orang saat ini tapi memang kami dipersiapkan untuk menjadi teladan, role model,” ungkap Yuslihayanti.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *