Kepulan Asap Tewaskan 5 Gurandil di Pongkor, Tim Evakuasi Hadapi Medan Sulit

oleh
banner 468x60

Bogor, pelitabaru.com – Tragedi kemunculan kepulan asap di area tambang milik PT. Antam UBPE Pongkor di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor menelan korban jiwa di awal tahun 2026 dan sempat memunculkan spekulasi dan kekhawatiran di masyarakat.

Informasi liar sempat beredar luas di masyarakat terkait jumlah korban jiwa dalam insiden kemunculan kepulan asap di lubang tambang tersebut.

banner 336x280

Sebelumnya pihak PT. Antam menyebut tidak ada korban jiwa pada kejadian yang terjadi pada, Selasa 13 Januari 2026 itu, namun kejelasan kini mulai mengemuka.

Seperti disampaikan secara resmi oleh pihak PT. Antam melalui, Java Region, CSR and Sub Division Head, Agustinus Toko Susetio di halaman Kantor Polsek Nanggung.

Dalam pernyataan resminya, ia menyebut bahwa ada korban jiwa dalam insiden kemunculan kepulan asap. Korban ditemukan meninggal dunia dan berhasil di evakuasi.

Setidaknya terdapat 2 orang korban meninggal dunia merupakan warga Desa Malasari, Kecamatan Nanggung yang dievakuasi secara mandiri.

Tiga Gurandil merupakan warga Desa Urug, Kecamatan Sukajaya ditemukan pada kedalaman 500 meter diatas permukaan laut (MDPL) di lubang tikus yang digalinya sendiri di kawasan Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT. Antam UBPE Pongkor berhasil dievakuasi oleh tim rescue gabungan.

Tim gabungan yang terdiri dari Tim Antam, Kepolisian, BPBD hingga Damkar Kabupaten Bogor berjibaku melakukan evakuasi korban di lubang tikus cepu.

Dalam proses evakuasi korban, petugas dari tim gabungan yang sudah terlatih menghadapi tantangan yang berat lantaran para korban berada dalam medan yang sulit di jangkau.
“Korban berada di medan yang sulit dijangkau dan berbahaya dan dalam beberapa kesempatan tim evakuasi sempat tertimpa longsoran batu sehingga setiap langkah harus dilakukan dengan sangat hati-hati,” ungkap Agustinus Toko Susetio kepada wartawan pada, Senin 19 Januari 2026.

Agustinus Toko Susetio mengatakan petugas juga mengalami kendala karena di area tersebut telah dibangun tembok pengaman yang selama ini berfungsi untuk menghalangi aktifitas penambangan ilegal.

“Kondisi ini turut menyulitkan, akses evakuasi diupayakan secara optimal dengan mengutamakan keselamatan dan seluruh korban yang telah dievakuasi sudah diserahkan kepada pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.

Sementara itu terkait sumber kemunculan kepulan asap pihak PT. Antam masih terus melakukan investigasi bersama aparat dan otoritas berwenang dalam melakukan penelusuran.

“Penyebabnya masih dalam proses investigasi bersama aparat dan otoritas berwenang, Antam masih menunggu penelusuran yang komprehensif agar informasi yang disampaikan kepada publik tetap akurat dan bertanggung jawab,” kataya. (Fex)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *