Ditengah Tantangan Pasar, Pertumbuhan Laba Indocement Solid di Kuartal I 2026

oleh
banner 468x60

Jakarta, Pelitabaru.com – Meski menghadapi tantangan pasar domestik yang fluktuatif, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (Indocement) membukukan pertumbuhan laba bersih yang solid pada Kuartal I 2026.

“Perseroan mencatatkan laba periode berjalan sebesar Rp215,2 miliar, naik 2,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp210,7 miliar,” kata Dani Handajani selaku Corporate Secretary PT Indocement Tunggal Prakarsa dalam siaran pers nya pada Selasa (5/5/2026).

banner 336x280

Dia menambahkan, kinerja Penjualan dan Keuangan total volume penjualan semen dan klinker Perseroan tumbuh 1,8% menjadi 4.444 ribu ton. Pertumbuhan ini ditopang oleh lonjakan signifikan pada volume ekspor yang naik 239,0% mencapai 252 ribu ton, mengompensasi penurunan volume penjualan domestik yang terkoreksi 2,3%.

Dari sisi keuangan, pendapatan neto tercatat sebesar Rp3.844,3 miliar. Meski pendapatan turun tipis 3,3% akibat pelemahan volume domestik, Perseroan berhasil menekan beban pokok pendapatan sebesar 3,9%. Efisiensi ini menjaga margin laba bruto di level 28,6%.

Dia menambahkan, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) akan diselenggarakan pada 21 Mei 2026, untuk mengusulkan pembatalan sebagian saham yang dibeli kembali pada tahun 2021 dan 2022 sebagai pengurangan modal, dengan total hingga 84.529.400 saham.

“Program pembelian kembali saham lainnya akan berlangsung dari 22 Mei 2026 hingga 21 Mei 2027, dengan batas maksimal sebesar Rp750 miliar,” imbuhnya.

Selain itu juga mendirikan usaha patungan (JV) dengan Mondi Industrial Bags GmbH (Mondi), bagian dari Mondi Group, perusahaan global di bidang kemasan dan kertas.

“Langkah ini merupakan strategi untuk memperkuat ekosistem pendukung kualitas produk khususnya melalui pasokan kantong semen yang andal,” ujarnya.

Dia menjelaskan, Indocement memiliki 40% saham JV, sementara Mondi akan memiliki 60%, berlokasi di Indocement Kompleks Pabrik Citeureup dengan Indocement sebagai pelanggan utama.

Menurutnya, risiko biaya energi di tengah kelebihan kapasitas yang berkelanjutan meskipun volume domestik meningkat pada Kuartal I 2026, industri masih menghadapi ketidakseimbangan besar antara kapasitas terpasang dan permintaan domestik, yang menyebabkan tingkat utilisasi rendah.

Lonjakan harga energi baru-baru ini akibat dari ketegangan geopolitik di Timur Tengah diperkirakan akan semakin menekan daya beli yang lemah, sementara belanja untuk proyek baru juga mungkin diperketat.

“Oleh karena itu, industri harus terus memaksimalkan seluruh aspek aktivitas operasional serta mengoptimalkan jaringan distribusi dan logistik,” jelasnya.

Mengenai Indocement

Indocement adalah salah satu produsen semen terbesar di Indonesia yang memproduksi Semen Tiga Roda, Semen Rajawali, Mortar Tiga Roda, dan Semen Grobogan.

Saat ini Indocement dan entitas anaknya bergerak dalam beberapa bidang usaha yang meliputi pabrikasi dan penjualan semen (sebagai usaha inti) dan beton siap-pakai, serta tambang agregat dan trass, dengan jumlah karyawan sekitar 4.100 orang.

Indocement mengoperasikan 14 pabrik milik sendiri serta dua pabrik dan satu grinding mill dengan sistem sewa dengan total kapasitas produksi tahunan sebesar 33,5 juta ton semen. Sepuluh pabrik berlokasi di Kompleks Pabrik Citeureup, Bogor, Jawa Barat; dua pabrik di Kompleks Pabrik Cirebon, Cirebon, Jawa Barat; dan satu pabrik di Kompleks Pabrik Tarjun, Kotabaru, Kalimantan Selatan; satu pabrik di Grobogan, Jawa Tengah; dua pabrik di Maros, Sulawesi Selatan, dan satu grinding mill di Banyuwangi, Jawa Timur.

Pada 2022, Indocement telah mengoperasikan Pabrik Maros setelah  menandatangani Perjanjian Sewa Pakai Aset dengan PT Semen Bosowa Maros dan PT Bosowa Corporindo. Heidelberg  Materials AG telah menjadi pemegang saham mayoritas Indocement sejak 2001. (adi/*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *