Bekasi, pelitabaru.com – Guna mengawal dan mendukung keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kejaksaan Negeri Kota Bekasi galakkan Portal Jaga Dapur MBG. Aplikasi tersebut untuk mewujudkan program MBG lebih transparan, akuntabel dan tepat sasaran, serta mencegah potensi penyimpangan agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal masyarakat.
Melalui aplikasi itu masyarakat bisa menyampaikan laporan ataupun masukan dan temuan dilapangan, terkait pelaksanaan MBG kepada Kejaksaan Negeri Kota Bekasi.
Kepala Kejaksaan Negeri Kota Bekasi, Dr Sulvia Triana Hapsari, S.H.,M,Hum melalui Kasi Intelnya, Ryan Anugrah, S.H.,M,H, Senin (15/6/26) mengatakan, portal tersebut merupakan sistem untuk mengawasi dan menciptakan iklim transparasi digital dalam pelaksanaan program MBG, di wilayah kerja Kejaksaan Negeri Kota Bekasi.
Dengan adanya portal ini, diharapkan masyarakat ikut aktif melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan MBG. Bila ada indikasi penyimpangan dalam pelaksanaannya, silahkan melaporkan penyimpangan tersebut ke Kejaksaan Kota Bekasi, melalui portal itu. Namun kalau pelayanan oke, jangan lupa kasih apresiasi. Supaya semua jadi lebih mudah dan transparan dalam satu genggaman.
“Masyarakat bisa melaporkan ke Kejaksaan bila ada temuan indikasi penyelewengan dalam penyaluran MBG, juga kualitas makanan yang disajikan. Bila makanan yang disajikan tidak berkualitas, sampaikan kepada kami. Semua itu jadi lebih mudah dan transparan dalam satu genggaman,” jelasnya.
Menurut Ryan, keberadaan portal jaga dapur MBG ini dapat menutup celah kecurangan dalam pelaksanaan program tersebut.
“Portal Jaga Dapur MBG menjadi wadah bagi masyarakat untuk melaporkan keluhan penerima manfaat MBG, tentunya laporan tersebut harus dilengkapin bukti foto atapun video,” tegasnya.
Mengingat tujuan pemerintah melaksanaan program MBG, diantaranya untuk meningkatkan kesehatan, menekan jumlah penderita stunting dan memperkuat dan upaya meningkatkan kualitas SDM masyarakat Indonesia yang dimulai sejak usia dini.
“Melalui program MBG akan meningkatkan kualitas pendidikan para siswa-siswi penerima manfaat yang terbukti meningkat pula kualitas pendidikan secara signifikan, dengan memperbaiki kondisi fisik yang berdampak positif pada peningkatan daya konsentrasi, sehingga memotifasi kehadiran di sekolah,” jelas Ryan. (ans)












