Bogor, pelitabaru.com – DOKTOR Biologi FMIPA UI Teliti Ancaman Ikan Asing (Alien) di Sungai, Setu, Telaga, dan Danau Jabodetabek.
Menurutnya, Sungai, Setu, Telaga, dan Danau di Jabodetabek tidak hanya menghadapi masalah sampah, pencemaran, dan perubahan habitat. Perairan ini juga menghadapi ancaman lain yang sering luput dari perhatian masyarakat, yaitu masuknya ikan alien invasif.
Ikan alien adalah ikan yang berasal dari luar habitat alaminya. Beberapa jenis ikan ini mampu bertahan hidup, berkembang biak, dan menyebar dengan cepat di tempat baru. Jika populasinya terus meningkat, ikan tersebut dapat mendominasi perairan dan menekan keberadaan ikan asli.
Masalah ini menjadi perhatian Dr. Noer Sarifah Ainy, M.Si., doktor dari Program Studi Pascasarjana Biologi, FMIPA Universitas Indonesia. Melalui disertasi berjudul “Pemodelan dan Skala Invasivitas Spesies Ikan Alien pada Ekosistem Air Tawar di Jabodetabek”, Dr. Ainy meneliti bagaimana ikan alien, seperti ikan nila, red devil, dan ikan sapu-sapu, dapat berkembang di sungai dan danau perkotaan.
Penelitian ini menunjukkan bahwa ikan asli semakin sulit bertahan ketika kualitas air menurun, habitat berubah, dan pencemaran meningkat. Sebaliknya, beberapa ikan alien justru lebih mampu hidup pada kondisi perairan yang terganggu. Akibatnya, ikan alien dapat berkembang lebih cepat dibandingkan ikan asli.
Dr. Ainy mengembangkan dua instrumen penting dalam penelitian ini. Instrumen pertama adalah Skor Kerentanan Habitat (SKH). Skor ini digunakan untuk menilai seberapa rentan suatu sungai atau danau terhadap masuk dan berkembangnya ikan alien. Instrumen kedua adalah Skala
Invasivitas Spesies. Skala ini digunakan untuk menilai potensi suatu jenis ikan alien menjadi invasif berdasarkan sifat biologis dan ekologisnya.
Kekuatan utama penelitian ini terletak pada penggabungan dua aspek penting, yaitu kondisi habitat dan karakter spesies ikan. Dengan cara ini, lokasi yang paling berisiko dapat dikenali lebih awal. Pendekatan tersebut dapat menjadi dasar sistem peringatan dini, pemantauan, dan pengelolaan perairan darat.
Promotor penelitian, Prof. Dr. Dra. Luthfiralda Sjahfirdi, M.Biomed., menyampaikan bahwa penelitian ini menjawab persoalan nyata di ekosistem perkotaan.
“Penelitian ini menunjukkan komitmen doktor baru dalam menjawab tantangan nyata ekologi perkotaan. Dengan pendekatan ilmiah yang kontekstual, hasilnya diharapkan memberi kontribusi bagi konservasi, kebijakan pengelolaan perairan, dan edukasi masyarakat,” ujarnya di hubungi Jumat (3/7/2026).
Hasil penelitian ini memberikan manfaat penting bagi pengelolaan lingkungan. Penelitian ini menyediakan data biodiversitas ikan di Jabodetabek, menawarkan model penilaian kerentanan habitat yang aplikatif, serta menghasilkan skala invasivitas ikan alien yang valid dan reliabel.
Temuan ini juga mendukung agenda konservasi biodiversitas Indonesia. Perlindungan ikan asli menjadi semakin penting karena tekanan urbanisasi, pencemaran, dan penyebaran spesies asing terus meningkat di ekosistem air tawar. (Sab)












