Bogor, Pelitabaru.com – Puput, merupakan warga Kampung Anyar, Desa Urug, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, masih belum bisa menerima kenyataan bahwa suaminya, Edi, telah tiada. Matanya yang berkaca-kaca dan tatapannya yang datar mencerminkan kesedihan dan kebingungan yang mendalam.
Suaminya bernama Edi, 34 tahun dikabarkan meninggal dunia setelah terjebak di lubang tikus tambang emas ilegal di area PT Antam Pongkor.
Ia pergi dari rumahnya pada Sabtu, 10 Januari 2026, untuk mencari nafkah demi menghidupi keluarganya. Namun, dua hari kemudian, kabar duka datang. Edi dikabarkan telah menjadi korban dari insiden asap tebal di tambang emas tersebut.
“Dia bilang mau ke Gunung (Lokasi Tambang Emas Pongkor) selama dua hari, tapi tidak kembali,” kata Puput, kepada wartawan pada, Minggu 18 Januari 2026.
Insiden asap tebal di area PT Antam Pongkor telah memakan korban jiwa, bukan dari karyawan resmi, tetapi dari para gurandil yang beroperasi di balik bayang-bayang legalitas. Tercatat ada enam orang gurandil yang menjadi korban, dua di antaranya telah dimakamkan, termasuk Edi.
Kisah Edi menyoroti realitas pahit para penambang ilegal yang mempertaruhkan nyawa demi nafkah. Kurangnya standar keamanan dan legalitas membuat mereka sangat rentan terhadap kecelakaan kerja, dan dalam kasus ini, asap dari area tambang resmi diduga merembes masuk ke lubang-lubang tikus yang mereka gunakan.
“Kalau kita mendekat ke lokasi, kondisinya mirip asap fogging, tetapi jumlahnya sangat banyak dan berbahaya,” kata Adian Napitupulu, Wakil Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI.
Berdasarkan informasi yang beredar nasib beberapa gurandil lainnya masih menjadi misteri yang menghantui. Diduga masih terperangkap, mungkin di kedalaman gelap yang sama, menunggu sentuhan tangan penyelamat atau sekadar pengakuan atas keberadaan mereka.
Sebelumnya, Kapolres Bogor, AKBP Wika Ardilestanto menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan munculnya kepulan asap dan menelusuri sumbernya.
“Titik munculnya asap itu dari mana, masih ditelusuri oleh tim dari antam sendiri,” ungkap AKBP Wika Ardilestanto kepada wartawan pada, Rabu 14 Januari 2026.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengatakan bahwa pihaknya belum dapat memastikan mengenai informasi adanya korban jiwa dalam insiden kepulan asap di area tambang milik PT. Antam Pongkor. Meski begitu, pihaknya akan melakukan penelusuran lebih lanjut.
“Kami akan memastikan terlebih dahulu, karena sumbernya ada di Antam pada saat kami mengecek sumbernya di Antam tidak ada. Akan tetapi tadi jika ada beberapa informasi yang lain maka kami akan melakukan penelusuran kembali dan kami akan menyampaikan apa yang kami tahu berdasarkan data yang ada di lapangan,” katanya. (Fex)












