Bupati Rudy Siapkan ‘Jurus’ Jitu Atasi Kemarau

oleh
banner 468x60

Bogor, Pelita Baru

Ancaman kekeringan mulai mengancam Kabupaten Bogor. Sejumlah warga di beberapa Kecamatan mulai merasakan dampaknya.

banner 336x280

Di Citeureup, misalnya. Sebanyak 517 warga di Kampung Tonggoh RT 04/RW 03, Desa Gunung Sari, mengalami krisis air bersih akibat berkurangnya debit sumber mata air di wilayah tersebut.

Sedangkan di Kecamatan Tenjo, warga Desa Tapos juga mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat tidak diguyur hujan sejak beberapa waktu lalu.

Menyikapi hal ini, Bupati Bogor, Rudy Susmanto pun tak tinggal diam. Ia punya ‘jurus’ jitu dalam mengantisipasi kemungkinan risiko yang terjadi pada musim kemarau ini. Salah satunya adalah dengan program pipanisasi sejumlah mata air.

“Kita ingin memastikan apabila musim kemarau terjadi, suplai air untuk kolam-kolam tersebut masih dapat berjalan normal,” ucap Rudy, Kamis (2/7/2026).

Rudy menuturkan, program pipanisasi tersebut merupakan bagian dari upaya menyeluruh Pemkab Bogor dalam menangani kekeringan di sejumlah wilayah, yang juga mencakup normalisasi saluran air berskala besar.

Selain pipanisasi, kara Rudy, Pemkab Bogor juga membuat sumur air di sejumlah titik untuk memastikan ketersediaan air bagi warga. Karena itu, sejumlah daerah pun dibidik. Diantaranya, Ciseeng, Kemang, Parung, Gunung Sindur, Cariu dan Tanjungsari.

Khusus saluran irigasi di Kecamatan Tanjungsari dan Cariu, kata Rudy, menjadi salah satu prioritas karena harus mengaliri 700 hingga 800 hektar sawah pada musim kemarau.

Selain itu, wilayah Ciseeng, Kemang, Parung, dan Rancabungur turut menjadi perhatian karena merupakan kawasan minapolitan atau sentra perikanan dengan luas kolam sekitar 200 hektar.

“Kita lakukan pipanisasi untuk mengantisipasi terjadinya kekeringan di beberapa wilayah yang ada. Salah satunya di wilayah Ciseeng, Kemang, Parung, Gunung Sindur, Cariu, Tanjungsari. Sekaligus penataan saluran air atau saluran irigasi. Sekaligus juga kita melakukan beberapa penataan-penataan wilayah,” kata Rudy.

Sebelumnya, Pemkab Bogor juga sudah melalukan langkah-langkah dalam upaya mengendalikan debit air saat musim penghujan kemarin. Diantaranya melalui normalisasi saluran irigasi.

Rudy menjelaskan, langkah normalisasi ini merupakan upaya serius pemerintah daerah untuk mengembalikan fungsi saluran irigasi agar dapat beroperasi optimal. Dengan begitu, kapasitas tampung air meningkat dan potensi banjir di wilayah utara Kabupaten Bogor dapat ditekan secara signifikan.

“Kami berharap ada kesadaran bersama untuk mengembalikan fungsi saluran irigasi sebagaimana mestinya,” kata Rudy menegaskan.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat di empat kecamatan tersebut untuk bahu-membahu mendukung program Pemkab Bogor dapat berjalan tuntas dan menyeluruh.

“Dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat, persoalan yang ada di wilayah Kabupaten Bogor dapat kita tuntaskan bersama,” imbuhnya.

Melalui perencanaan yang matang, Pemkab Bogor optimistis normalisasi saluran irigasi dan sungai ini tidak hanya akan meningkatkan kapasitas aliran air dan mengatasi kekeringan di musim kemarau dan mengurangi titik rawan banjir di musim penghujan, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman serta nyaman bagi seluruh warga. (duan/*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *