Bupati Rudy Rubah RSUD Makin Canggih

oleh
banner 468x60

Bogor, Pelita Baru

Komitmen Bupati Rudy Susmanto meningkatkan layanan kesehatan bagi warga Kabupaten Bogor tak hanya sekedar lips service belaka. Hal ini dibuktikan dengan diresmikannya empat layanan baru di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bakti Pajajaran, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu, (4/3/2026).

banner 336x280

Empat layanan itu, adalah Force Stroke (Code Stroke) dan Digital Substraction Angiography (DSA), Pelayanan Jantung Anak Intervensi, Unit Transfusi Darah Rumah Sakit (UTDRS), dan Pelayanan Kemoterapi.

Hebatnya, layanan ini tak hanya semakin memudahkan akses masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang ideal tapi juga secara tidak langsung menjadi bukti tansformasi RSUD Bakti Pajajaran menjadi rumah sakit yang canggih dan elit untuk melayani masyarakatnya.

“Kami mungkin satu-satunya kabupaten di Indonesia dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia yang berani mengambil langkah menerapkan Universal Healt Coverage (UHC) 100 persen yang menggelontorkan hampir Rp1 triliun per tahunnya,” tuturnya.

Karena itu, Rudy berharap BPJS Kesehatan dapat memfasilitasi beberapa layanan rumah sakit maupun puskesmas yang ada di Kabupaten Bogor, salah satunya untuk penanganan kemoterapi.

“Harapan kami yang terbesar itu masyarakat Kabupaten Bogor yang sakit, ke depannya tidak perlu lagi dirujuk keluar dari Kabupaten Bogor,” paparnya.

Terlepas dari itu, yang pasti, kata Rudy, dengan hadirnya layanan baru ini, masyarakat tetap bisa berobat menggunakan BPJS agar tidak membebani keuangan.

“Pasien kemoterapi bisa menjalankannya di RSUD Kabupaten Bogor dan dapat diklaim memakai BPJS, juga yang punya gejala struk dan penyakit jantung bawaan lahir itu alatnya sudah disiapkan. Jadi, tidak perlu lagi dirujuk ke Jakarta karena dapat ditangani di rumah sakit kita sendiri,” tuturnya.

Terlebih, tambah dia, adanya layanan terbaru yakni DSA yang merupakan standar emas dalam evaluasi serebrovaskular karena keakuratannya yang tinggi dalam memetakan aliran darah.

“Di Indonesia sendiri kurang lebih baru ada enam rumah sakit yang mengoperasikan metode pengobatan ini, dan alhamdulillahnya Kabupaten Bogor masuk dari enam rumah sakit yang ada,” ucapnya.
Meski sudah memiliki layanan DSA terbaru tersebut, kata Rudy, masyarakat tetap bisa berobat menggunakan BPJS agar tidak membebani keuangan. (duan/*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *