Bogor, pelitabaru.com – Ramadan tahun ini terasa sangat berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya di Kabupaten Bogor, khususnya di Komplek Pemerintaha Daerah (Pemda) Tegar Beriman.
Bulan penuh barokah kali ini, kian terasa khidmat dengan digelarnya sejumlah kegiataan di dua Masjid besar milik Pemkab Bogor, yakni Masjid Agung Baitul Faizin dan Masjid Nurul Wathon.
Dua tempat peribadatan ini tak luput dari perhatian khusus Bupati Rudy Susmanto. Buktinya, di dua lokasi yang berbeda itu, Bupati Rudy tak hanya menambah jadwal kegiatan-kegiatan keagamaan, tapi juga melengkapinya dengan sarana dan prasarana penunjang lainnya.
Pada Selasa (17/2/2026) misalnya. Masjid Agung Baitul Faizin dipasangan karpet baru. Karpet ini dipasang untuk menambah kenyamanan jamaah dalam melaksanakan salat wajib, salat tarawih, tadarus Al-Qur’an, hingga berbagai kegiatan keagamaan selama Ramadan.
Suasana masjid pun tampak lebih sejuk, bersih, dan khusyuk, menghadirkan semangat baru bagi umat Muslim dalam menyambut bulan penuh rahmat dan ampunan.
Selain Masjid Agung Baitul Faizin, perhatian juga tertuju pada Masjid Nurul Wathon, masjid megah yang berdiri di kawasan Pakan Sari, Cibinong. Masjid tersebut selama ini dikenal aktif menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat, baik kajian Islam, tadarus, maupun kegiatan sosial Ramadan.
Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Wakil Ketua Komisi I, KH Achmad Yaudin Sogir pun mengapresiasi perhatian pemerintah daerah khususnya Bupati Rudy dalam mempersiapkan sarana ibadah menjelang Ramadan di dua masjid tersebut.
Menurutnya, kenyamanan tempat ibadah menjadi bagian penting dalam membangun kualitas spiritual masyarakat.
“Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah dan memperdalam ketakwaan. Ketika masjid nyaman dan tertata baik, jamaah akan semakin semangat beribadah, bertarawih, dan bertadarus,” ujarnya Rabu (18/2/2026).
Khusus kepada Bupati Rudy, Sogir menyebut, perhatian yang diberikan kepada dua masjid tersebut sudah sangat tepat. Menurutnya, pembinaan keagamaan yang dilakukan, merupakan prioritas pembangunan daerah.
“Komitmen pemerintah daerah dalam memakmurkan masjid dan mendukung kegiatan keagamaan patut diapresiasi. Ini menunjukkan bahwa pembangunan fisik dan pembangunan spiritual berjalan seiring,” tambahnya.
Terlepas dari itu, Ramadan 1447 H di Kabupaten Bogor diharapkan tidak hanya menjadi bulan ibadah secara individual, tetapi juga momentum memperkuat solidaritas sosial, kepedulian terhadap sesama, serta membangun semangat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.
Dengan fasilitas yang semakin baik, masjid diharapkan menjadi pusat peradaban umat—tempat bertumbuhnya nilai-nilai ketakwaan, persatuan, dan kedamaian di tengah kehidupan bermasyarakat. (duan)












