Bupati Rudy: Kita Percepatan Membangun Jalan Baru

oleh
banner 468x60

Bogor, Pelita Baru

Bupati Bogor, Rudy Susmanto terus menggeber program percepatan pembangunan jalan di seluruh wilayah Bumi Tegar Beriman. Upaya koordinasi dengan instansi terkait pun terus dijajaki dalam upaya optimalisasi anggaran.

banner 336x280

Tak hanya dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dibawah kepemimpinan Rudy juga terus bersinergi dengan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) dalam program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah, agar percepatan pembangunan bisa segera terealisasi.

“Kami melakukan percepatan-percepatan pembangunan jalan dari tahun 2025 dilanjutkan 2026. Kami membuat jalan baru dari mulai jalan Rasioki menuju ke Desa Sukaresmi. 2026 sudah mulai dibangun, 2026 akan kita tuntaskan,” tegas Rudy optimis.

Menariknya, kendati mempercepat pembangunan, namun Rudy tetap mengedepankan pentingnya asas keadilan dan pemerataan dalam pembangunan daerah. Ia menyatakan bahwa seluruh wilayah Kabupaten Bogor, baik barat, timur, utara, maupun selatan, harus mendapatkan perhatian dan hak pembangunan yang sama.

“Timur wilayah Bogor harus mendapatkan hak yang sama. Pemerataan, percepatan pembangunan di timur harus berjalan, di barat harus berjalan, utara, selatan, semuanya harus berjalan,” ujarnya.

Karena itu, terkait pembangunan Jalur Puncak 2 yang saat ini diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemkab Bogor kata Rudy, memilih untuk berfokus pada pembangunan ruas-ruas jalan yang menjadi ranah dan tanggung jawab langsung kabupaten.

Terlepas dari itu, yang pasti, selama memimpin Kabupaten Bogor, Rudy sudah berhasil menuntaskan pembangunan dan peningkatan 516,83 kilometer jalan kabupaten yang membuat konektivitas warga kian meningkat dan pergerakan ekonomi makin cepat.

Pembangunan jalan tersebut, menjangkau wilayah barat seperti Parung Panjang, Rumpin, Cigudeg, Nanggung, hingga Gunung Sindur sehingga akses pertanian, pertambangan rakyat, dan permukiman terbuka lebih luas.

Wilayah timur turut mendapat peningkatan ruas strategis guna memperlancar distribusi barang dan jasa antar kecamatan. Sejumlah ruas yang dituntaskan meliputi Sukamakmur–Arca, Puncak Dua Sukawangi, Lingkar Singajaya–Cibodas, Cibucil Sukamaju, dan Poj Perum Asabri di Jonggol sehingga waktu tempuh warga lebih singkat.

Pemerintah daerah juga membangun drainase Jonggol–Sukamakmur serta Jembatan Ciranjaya di Tanjungsari untuk memperkuat akses penghubung aktivitas ekonomi. Program Satu Miliar Satu Desa mendorong percepatan pembangunan jalan desa sehingga manfaat infrastruktur langsung dirasakan masyarakat hingga pelosok.

Selain itu, Pemkab Bogor dibawah kepemimpinan Rudy juga telah berhasil merealisasikan pembangunan dan rekonstruksi 499 meter jembatan serta 20 kilometer drainase untuk mengurangi genangan dan memperlancar mobilitas masyarakat.

Program tersebut dilengkapi pemenuhan sarana air bersih dan sanitasi bagi 2.631 rumah di 59 desa pada 25 kecamatan sehingga kualitas kesehatan lingkungan warga meningkat.

Rudy Susmanto menegaskan infrastruktur menjadi investasi jangka panjang untuk pertumbuhan daerah. “Pembangunan harus dirasakan merata. Di barat ada jalan yang dibangun, termasuk wilayah Parung Panjang hingga Gunung Sindur, di timur ada jalan yang ditingkatkan,” tegasnya.

Ia menyatakan jalan yang baik menurunkan biaya logistik dan membuka pusat ekonomi baru di berbagai wilayah. Capaian ini memberi dampak nyata bagi petani, pelaku usaha kecil, dan pekerja karena distribusi hasil produksi menjadi lebih cepat dan biaya angkut lebih efisien.

Terakhir Bupati Bogor mengajak seluruh elemen masyarakat yang lahir, besar, dan menetap di Kabupaten Bogor untuk bersama-sama mendukung momentum pembangunan ini. Ia berharap sinergi ini dapat menjadi warisan atau legasi yang baik bagi generasi masa depan Kabupaten Bogor. (duan/*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *