Bupati Rudy Hidupkan Perekonomian Rakyatnya

oleh
banner 468x60

Bogor, Pelita Baru

Dibawah kepemimpinan Rudy Susmanto, Kabupaten Bogor ngebut bangun jalan. Buktinya, hanya dalam rentang waktu satu tahun, 516,83 kilometer ruas jalan berhasil terbangun dari ujung barat hingga timur Bumi Tegar Beriman.

banner 336x280

Capaian ini tentu saja istimewa, sebab dengan terbangunnya infrastruktur, perekonomian rakyat pun hidup. Pasalnya, infrastruktur yang baik akan membuka akses ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik yang lebih luas.

Bupati Bogor Rudy Susmanto sendiri mengatakan, pemerataan pembangunan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah Kabupaten Bogor. Rudy ingin seluruh masyarakat merasakan manfaat pembangunan secara merata.

“Dengan terus bergeraknya pembangunan infrastruktur, Pemerintah Kabupaten Bogor berharap dapat memperkuat konektivitas antarwilayah, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” paparnya belum lama ini.

Bupati Rudy menegaskan, pembangunan infrastruktur bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, jalan yang baik mempercepat pergerakan ekonomi, jembatan menghubungkan harapan, dan drainase yang tertata menjaga keberlanjutan lingkungan.

“Infrastruktur yang memadai menurunkan biaya logistik, mempercepat arus perdagangan, dan mendorong lahirnya pusat-pusat ekonomi baru. Pembangunan harus dirasakan merata, baik di barat maupun timur. Setiap aduan masyarakat kita respons dengan perbaikan nyata,” tegasnya.

Dengan capaian lebih dari 516 kilometer jalan dalam setahun, Pemkab Bogor menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas konstruksi serta memperluas dampak ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Pembangunan masif ini menjadi fondasi kuat bagi Kabupaten Bogor untuk tumbuh lebih cepat, lebih merata, dan semakin kompetitif di tingkat regional maupun nasional. “Proyek-proyek tersebut menjadi bagian penting dari program percepatan pembangunan infrastruktur Kabupaten Bogor yang terintegrasi dan berkelanjutan,” tandas Rudy.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika membeberkan, total 516,83 kilometer jalan dibangun melalui APBD dan bantuan keuangan desa. Dari total tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melakukan pembangunan dan rekonstruksi jalan sepanjang 80,54 kilometer.

Terdiri atas pembangunan 3,03 kilometer dan rekonstruksi 77,54 kilometer. Sementara melalui bantuan keuangan desa, pembangunan jalan mencapai 435,29 kilometer, meliputi peningkatan 9,9 kilometer, betonisasi 190,2 kilometer, serta pengaspalan 235,1 kilometer.

Tak hanya jalan, pemerintah daerah juga membangun 499 meter jembatan sebagai penghubung vital mobilitas warga dan aktivitas ekonomi. Selain itu, 20 kilometer drainase direalisasikan guna mengurangi potensi genangan dan banjir di sejumlah titik strategis

Pembangunan Jembatan Ciranjaya di Tanjungsari, drainase Jonggol–Sukamakmur, serta rekonstruksi Jalan Weninggalih–Balekambang di Jonggol turut menjadi bagian dari program percepatan infrastruktur.

Di tingkat desa, program Satu Miliar Satu Desa mendorong percepatan pembangunan jalan desa agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Tak hanya proyek terencana, Pemkab Bogor juga responsif terhadap aduan warga dengan memperbaiki berbagai ruas jalan lingkungan dan penghubung desa yang sebelumnya rusak.

Selain infrastruktur jalan dan jembatan, pemerintah juga merealisasikan pemenuhan sarana air bersih dan sanitasi bagi 2.631 rumah di 59 desa yang tersebar di 25 kecamatan. (duan/*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *