Bupati Rudy Genjot Sentra Perekonomian Baru

oleh
banner 468x60

Bogor, Pelita Baru

Bupati Bogor, Rudy Susmanto tak henti-hentinya melakukan inovasi dalam mendongkrak perekonomian warganya. Terbaru, orang nomor satu di Bumi Tegar Beriman ini, melakukan kunjungan dan dialog langsung bersama komunitas pembudidaya ikan di wilayah Ciseeng, Rabu (17/6/2026).

banner 336x280

Menariknya, dalam kunjungan ini, Rudy tak hanya mendengar aspirasi langsung dari para peternak ikan di kawasan Minapolitan itu, tapi juga langsung gerak cepat (gercep) berinovasi untuk menjadikan wilayah ini sebagai salah satu daerah ekonomi baru

“Kami ingin memastikan para pembudidaya ikan mendapatkan dukungan yang dibutuhkan, sehingga produktivitas meningkat dan kualitas hasil budidaya semakin berdaya saing,” ujar Bupati Bogor Rudy Susmanto.

Dengan dukungan yang ada, Rudy optimis, potensi perikanan di Ciseeng dapat terus berkembang, membuka peluang ekonomi baru, serta memperkuat posisi Ciseeng sebagai salah satu sentra perikanan unggulan di Kabupaten Bogor.

Namun, soal aspirasi yang disampaikan, mulai dari infrastruktur irigasi, penyediaan bibit unggul berkualitas, serta peningkatan penerangan di sekitar area kolam budidaya, Rudy menuturkan, pemenuhan kebutuhan pendukung sektor perikanan akan dilakukan secara bertahap dan terencana sesuai prioritas pembangunan daerah.

“Setiap aspirasi yang disampaikan kepada para pembudidaya ikan menjadi perhatian kami.Pemerintah Kabupaten Bogor berkomitmen untuk terus mendorong penguatan sektor perikanan agar lebih produktif dan berdaya saing,” ujarnya.

Selain perikanan, Rudy juga memastikan jika Pemkab tengah menyiapkan langkah besar untuk mengubah konstelasi ekonomi di wilayahnya. Ada dua wilayah yang disiapkan, yakni kawasan Bogor Barat dan Bogor Timur.

Langkah strategis ini diambil sebagai jawaban atas luasnya wilayah geografis Kabupaten Bogor, sekaligus upaya nyata dalam memeratakan pembangunan dan mendekatkan akses pelayanan publik kepada masyarakat di pelosok daerah.

Rudy, menjelaskan bahwa rencana besar ini bukan merupakan kebijakan sepihak, melainkan buah dari sinergi yang kuat antara eksekutif, legislatif, dan aspirasi masyarakat bawah. Proyek ini dijadwalkan akan dieksekusi secara bertahap mulai tahun anggaran 2026 hingga 2027.

“Pembangunan dua pusat ekonomi baru ini adalah hasil kolaborasi pemerintah daerah bersama DPRD Kabupaten Bogor dan masyarakat. Kami ingin memastikan pembangunan tidak lagi tersentralisasi hanya di pusat kota, tetapi merata hingga ke wilayah barat dan timur,” ujar Rudy Susmanto, dilansir dari Antara, Rabu (17/6/2026).

Ia menjelaskan, di wilayah timur Pemkab Bogor telah menyelesaikan proses land clearing untuk kawasan pusat pertumbuhan ekonomi baru. Pemerintah juga akan menuntaskan pembangunan jalan dari kawasan Transyogi menuju Desa Sukaresmi, Kecamatan Sukamakmur, yang anggarannya telah mendapat persetujuan DPRD Kabupaten Bogor.

Menurut Rudy, pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan dapat membuka aksesibilitas kawasan timur sekaligus mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi baru di wilayah tersebut.

Sementara itu, di wilayah barat, Pemkab Bogor akan fokus mendukung sejumlah program strategis, antara lain pembangunan Sport Center Rancabungur, proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang dijadwalkan mulai dibangun pada Juni 2026, serta penuntasan sejumlah ruas jalan di kawasan Malasari, Rumpin, dan Parung Panjang.

Rudy menegaskan pembangunan pusat pertumbuhan ekonomi baru tersebut tidak berkaitan dengan rencana pemekaran wilayah. Pemerintah Kabupaten Bogor tetap mengikuti kebijakan pemerintah pusat terkait moratorium pembentukan daerah otonom baru.

“Kami tidak berbicara soal pemekaran wilayah. Yang kami bangun adalah pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah barat dan timur agar pelayanan publik semakin dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

Ia menyebut Kabupaten Bogor telah dua kali mengalami pemekaran wilayah menjadi Kota Bogor dan Kota Depok. Namun hingga saat ini Kabupaten Bogor masih menjadi daerah dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia sehingga membutuhkan strategi pemerataan pembangunan yang lebih efektif.

Karena itu, kata Rudy, pemerintah daerah berupaya menghadirkan berbagai fasilitas infrastruktur dan pelayanan publik di wilayah barat maupun timur guna mengurangi kesenjangan pembangunan serta mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih dekat dan pembangunan yang lebih merata di seluruh wilayah Kabupaten Bogor,” katanya. (duan/*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *