BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko Jelang HUT ke-48

oleh
banner 468x60

Jakarta, Pelitabaru.com –  BPJS Ketenagakerjaan menggelar forum diskusi internal bertajuk Risk & Leadership Governance Resilience sebagai bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48. Acara ini bertujuan untuk memperkuat governance resilience dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya manajemen risiko di tengah dinamika dan tantangan yang terus berkembang.

Dalam sambutannya, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko BPJS Ketenagakerjaan, Asep Rahmat Suwandha, menekankan pentingnya peran seluruh pimpinan dalam memahami dan mengelola risiko.

banner 336x280

“Risiko tidak hanya menjadi tanggung jawab satu unit kerja, tetapi harus dipahami oleh seluruh pimpinan. Pengambilan keputusan berbasis risiko (Risk-Based Decision Making) penting dilakukan untuk menjaga keberlanjutan program dan kepercayaan publik,” kata Asep, Senin (1/12/2025).

Forum ini dihadiri oleh jajaran Direksi dan Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, serta Prof. Wimboh Santoso, SE, Ph.D, sebagai narasumber utama. Prof. Wimboh membahas tentang “External Environment Transmission to Financial Institution Risks, Risk Governance dan Risk Management in Financial Institution”, yang diharapkan dapat membentuk mindset risiko yang proaktif di seluruh lini kepemimpinan BPJS Ketenagakerjaan.

Hingga 31 Oktober 2025, BPJS Ketenagakerjaan telah mengelola 43,54 juta tenaga kerja aktif, dengan nilai dana investasi peserta mencapai Rp893,30 triliun. Dengan skala pengelolaan yang terus meningkat, BPJS Ketenagakerjaan menghadapi tantangan kompleks di tengah perubahan ekonomi global, dinamika regulasi, transformasi digital, dan tuntutan layanan yang makin tinggi.

Asep menekankan bahwa keberhasilan BPJS Ketenagakerjaan dalam mengelola dana peserta bukanlah hasil kerja individu semata, melainkan buah nyata kolaborasi dan dukungan seluruh pihak.

“Sinergi ini menjadi kunci dalam mewujudkan penyelenggaraan jaminan sosial yang menyeluruh dan memberi manfaat nyata bagi seluruh rakyat Indonesia,” tutupnya.

Dengan semangat penguatan tata kelola dan manajemen risiko yang terus digelorakan, BPJS Ketenagakerjaan menegaskan posisinya sebagai lembaga jaminan sosial yang adaptif, akuntabel, dan siap menghadapi tantangan zaman.

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Cilandak, M. Izaddin, menambahkan bahwa forum ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya manajemen risiko.

“Kami berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola dan manajemen risiko di BPJS Ketenagakerjaan Cilandak, sehingga kami dapat memberikan layanan yang lebih baik dan berintegritas kepada masyarakat,” kata M. Izaddin. (adi/*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *