Semarang, pelitabaru.com – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengapresiasi peran semua pihak yang ada di wilayahnya dalam mendukung program kerjanya selama memimpin Kota Atlas.
Beberapa capaian dari sinergitas yang terajut, diantaranya, inisiatif pembersihan sungai dan lingkungan di wilayah Semarang Tengah bahkan telah berjalan sebelum adanya arahan nasional terkait kerja bakti massal atau kurve.
“Maka begitu kita di Sentul diperintah Pak Presiden untuk kurve-kurve. Kita sudah kurve duluan diinisiasi oleh teman-teman dari Kodim 0733. Luar biasa,” ujar Agustina.
Dirinya juga menyoroti pembangunan Kota Semarang di sisi layanan dasar, seperti kesehatan, pendidikan dan lingkungan.
Pemkot Semarang terus memperluas akses kesehatan melalui Universal Health Coverage (UHC). Dalam setahun terakhir, kepesertaan meningkat dari 98.261 warga pada 2024 menjadi 228.859 warga di tahun 2025.
“Warga ber-KTP Kota Semarang yang membutuhkan layanan kesehatan dapat berkoordinasi melalui lurah dan camat untuk mengakses fasilitas kesehatan tanpa terbebani biaya,” paparnya.
Di bidang pendidikan, program sekolah swasta gratis pada 2026 menjangkau 133 sekolah swasta, meningkat dari 129 sekolah pada tahun sebelumnya.
“Program ini diperkuat dengan perbaikan 336 ruang kelas sekolah dasar guna mendukung kualitas pembelajaran,” ungkapnya.
Sementara itu, dari sisi ekonomi, kawasan Semarang Tengah sebagai segi tiga emas menunjukkan capaian positif. Realisasi pajak sektor kuliner dan hiburan mencapai 106,38 persen dari target.
“Penerimaan tersebut dikembalikan untuk mendukung pelayanan publik, termasuk peningkatan bisyarah bagi modin dan marbot masjid,” sebutnya.
Dalam aspek ketahanan lingkungan, pembangunan rumah pompa di Jalan Petudungan menjadi prioritas untuk mengurangi genangan, sebagai bagian dari pemeliharaan 56 saluran kota dan sungai. (*)












