Canangkan Sejumlah Program Infrastruktur dan Ekonomi, Bupati Rudy: Bogor Barat Harus Berubah Signifikan

oleh
banner 468x60

Bogor, Pelita Baru

Kawasan Bogor Barat diproyeksikan bakal menjadi salah satu pusat ekonomi baru di Kabupaten Bogor. Sejumlah program infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pun dicanangkan sebagai strategi jangka panjang.

banner 336x280

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, dalam beberapa kali kesempatan bahkan telah menargetkan pembangunan di Bogor Barat akan terus dilakukan. Tak hanya soal pembangunan dan perbaikan jalan berikut sarana prasarana pendukung seperti Penerangan Jalan Umum (PJU) dan turap, tapi juga akses transportasi yang saling terintegrasi antar wilayah baik antar kecamatan maupun Kabupaten Sukabumi dan Provinsi Banten.

“Dalam dua tahun ke depan, Bogor Barat harus mengalami perubahan signifikan. Kita kejar, terutama dari sisi infrastruktur,” ujar Rudy beberapa waktu lalu.

Di sisi lain, Bupati Rudy juga menekankan pentingnya penguatan desa sebagai fondasi pembangunan daerah. Pemerintah Kabupaten Bogor mendorong desa menjadi lebih mandiri melalui peningkatan alokasi dana desa menjadi Rp1,5 miliar, serta memberikan fleksibilitas dalam penggunaannya untuk kebutuhan prioritas masyarakat.

Tak hanya itu, sejumlah program strategis juga digulirkan, seperti program minimal satu sarjana per desa, digitalisasi data desa yang terintegrasi dan diperbarui secara berkala, hingga penyederhanaan regulasi bantuan keuangan desa agar lebih mudah diakses dan tepat sasaran.

“Desa harus menjadi ujung tombak pembangunan. Kita ingin kebijakan yang dibuat di kabupaten benar-benar terasa sampai ke masyarakat,” jelasnya.

Lebih jauh, Pemkab Bogor juga tengah menyiapkan strategi jangka panjang melalui pembentukan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, khususnya di wilayah barat dan timur. Salah satu langkah konkret yang disiapkan adalah pembangunan kawasan pusat layanan terpadu (KPTM) yang akan menjadi cikal bakal pusat pemerintahan baru di wilayah tersebut.

Sejumlah proyek strategis juga mulai diarahkan ke wilayah barat, seperti pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi di Cibungbulang, pengembangan kawasan olahraga berskala besar di Rancabungur, serta rencana perpanjangan jalur KRL hingga Jasinga guna mendorong konektivitas dan pertumbuhan ekonomi.

Rudy menegaskan, keberhasilan seluruh program tersebut sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah desa. “Saya kerjakan yang besar-besar, sementara implementasinya di lapangan ada di desa. Maka kekompakan dan sinergi menjadi kunci,” tegasnya.

Dengan tiga fokus utama tersebut, Pemerintah Kabupaten Bogor optimistis dapat mendorong pemerataan pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bogor terus mendorong pemerataan pembangunan melalui pengembangan pusat-pusat ekonomi baru, khususnya di wilayah Bogor Barat dan Bogor Timur.

Langkah tersebut merupakan bagian dari arahan Bupati Bogor Rudy Susmanto agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya terkonsentrasi di wilayah tertentu, tetapi dapat dirasakan masyarakat di seluruh penjuru Kabupaten Bogor.

“Pengembangan pusat ekonomi baru di Bogor Barat dan Bogor Timur merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi,” kata Ajat.

Menurutnya, selama ini aktivitas ekonomi masih cukup terkonsentrasi di sejumlah wilayah. Karena itu, Pemkab Bogor ingin mendorong munculnya pusat-pusat pertumbuhan baru dengan menyesuaikan potensi dan karakteristik masing-masing wilayah.

“Prinsipnya bukan sekadar membangun kawasan baru, tetapi bagaimana menciptakan aktivitas ekonomi yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, membuka lapangan kerja, menarik investasi, dan meningkatkan nilai tambah potensi lokal,” ujarnya.

Ajat menegaskan, pengembangan pusat ekonomi baru harus dilakukan secara terencana dan tidak mengabaikan aspek tata ruang maupun lingkungan. Setiap rencana pembangunan juga harus didukung kesiapan infrastruktur agar pertumbuhan kawasan dapat berjalan berkelanjutan.

“Seluruh pengembangan tentunya tetap harus mengacu pada RTRW, memperhatikan daya dukung lingkungan, serta kesiapan infrastrukturnya,” katanya.

Ia menambahkan, pemerataan pusat pertumbuhan ekonomi diharapkan dapat memperpendek kesenjangan antarwilayah sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan dan mengembangkan usaha di daerahnya masing-masing.

Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bogor tidak hanya diukur dari peningkatan investasi dan pembangunan fisik, tetapi juga dari seberapa besar dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat di berbagai wilayah. (duan/*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *