Pertemuan Prabowo-Putin Bukan Kunjungan Biasa

oleh
banner 468x60

Jakarta, Pelita Baru

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bertemu bilateral dengan Presiden Federasi Rusia, Vladimir Putin, di Vladivostok, Federasi Rusia, Kamis (3/9/2026). Menariknya, pertemuan ini dinilai bukan pertemuan biasa.

banner 336x280

Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah mengatakan, pertemuan Prabowo dan Putin bukan saja hanya mempererat hubungan antar negara tapi juga menjadi manifesto kepada dunia soal sikap dan manuver kedua negara di tengah pertarungan kepentingan global yang semakin kompleks.

“Siapa yang memiliki hubungan kuat dengan Indonesia tentu memiliki keuntungan dalam membangun pengaruh di kawasan Asia-Pasifik,” kata Amir dikutip Kamis (3/9/2026).

Menurut Amir, Rusia memiliki kepentingan besar untuk memperkuat hubungan dengan negara-negara Asia, termasuk Indonesia.
Di tengah tekanan politik dan ekonomi dari negara-negara Barat akibat konflik geopolitik yang melibatkan Rusia, Moskow membutuhkan penguatan jaringan kerja sama dengan negara-negara yang memiliki posisi strategis dan tidak sepenuhnya berada dalam orbit salah satu kekuatan besar.
Sedang Indonesia, dengan jumlah penduduk besar, posisi geografis yang strategis, sumber daya alam melimpah, serta perannya di ASEAN dan berbagai forum internasional, dinilai memiliki nilai penting dalam kalkulasi geopolitik Rusia.

Karena itu, ia menilai Rusia membutuhkan mitra yang dapat membuka akses ekonomi sekaligus memperkuat posisi politiknya di kawasan Indo-Pasifik. Namun, di sisi lain, Indonesia juga memiliki kepentingan sendiri.
Bagi Jakarta, hubungan dengan Rusia dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperluas pilihan kerja sama internasional, khususnya di sektor energi, teknologi, pertahanan, investasi, dan industri strategis.

Amir menilai kunjungan Prabowo ke Rusia harus dibaca dalam konteks politik luar negeri bebas aktif. Indonesia, menurut dia, memiliki kepentingan untuk menjaga hubungan dengan seluruh kekuatan besar dunia tanpa harus masuk secara permanen ke dalam satu blok tertentu.

Dalam situasi global yang semakin terpolarisasi, tantangan terbesar Indonesia justru terletak pada kemampuan menjaga keseimbangan. “Bebas aktif bukan berarti Indonesia tidak memilih kepentingan. Bebas aktif justru menuntut kemampuan untuk menentukan kepentingan nasional tanpa didikte oleh kekuatan luar,” pungkas Amir.

Sementara itu, dikutip dari situs resmi Presiden RI menyebutkan, Presiden Vladimir Putin menyambut kedatangan Presiden Prabowo di Vladivostok. Putin menilai intensitas pertemuan dan komunikasi langsung kedua pemimpin mencerminkan sifat strategis hubungan Rusia dan Indonesia.

“Yang Mulia Bapak Presiden, izinkan saya mengucapkan selamat datang ke Kota Vladivostok. Pertemuan hari ini merupakan pertemuan kedua pada tahun ini. Dan kontak kita yang pribadi mencerminkan sifat strategis dari hubungan bilateral antara Rusia dan Indonesia,” ujar Presiden Putin di sela-sela Forum Ekonomi Timur (Eastern Economic Forum/EEF) ke-11 dalam format working lunch.

Putin juga menyampaikan apresiasi atas kesediaan Presiden Prabowo berkunjung ke Vladivostok sekaligus menghadiri EEF ke-11 sebagai tamu kehormatan utama.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih atas kesediaan Bapak Presiden berkunjung ke Kota Vladivostok dan ikut serta dalam Forum Ekonomi Timur sebagai tamu kehormatan utama. Kami sangat senang dan gembira menerima kunjungan dari Bapak hari ini. Selamat datang,” ungkap Presiden Putin.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dan keramahan pemerintah Rusia selama kunjungannya ke Vladivostok.

“Terima kasih, Yang Mulia, Presiden Putin, Presiden dari Federasi Rusia. Pertama-tama, saya senang sekali berjumpa lagi dengan Yang Mulia. Terima kasih atas sambutan yang hangat dan keramahan yang diberikan kepada saya. Saya merasa sangat terhormat dan gembira dapat mengunjungi Vladivostok,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo juga menyampaikan ucapan selamat atas peringatan Hari Nasional Federasi Rusia pada 12 Juni 2026 dan penyelenggaraan KTT Peringatan ASEAN-Rusia ke-35 pada 18 Juni 2026. Ia sekaligus menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat menghadiri kedua momentum tersebut secara langsung.

“Saya mohon maaf sebesar-besarnya karena saya tidak dapat menghadiri acara penting tersebut karena ada masalah dalam negeri yang tidak bisa saya tinggalkan,” ungkap Presiden Prabowo.

Meski demikian, Presiden Prabowo menegaskan kehadirannya di Vladivostok merupakan bentuk penghormatan sekaligus upaya memenuhi komitmen terhadap hubungan Indonesia-Rusia. “Tapi saya membayar hutang saya dengan hadir di Vladivostok sekarang. Sekali lagi terima kasih,” ucap Presiden Prabowo.

Lebih lanjut, Prabowo Prabowo mengatakan Indonesia dan Rusia memiliki kesamaan pepatah kuno. Bahkan, Prabowo mengatakan terdapat pepatah gotong royong di Indonesia yang artinya beban seberat apa pun akan menjadi ringan ketika memikulnya bersama.
Di Rusia, kata Prabowo, terdapat pepatah ‘Один в поле не воин’ (Baca: ‘Odin v pole ne voin’-red) yang menyatakan tidak ada kemenangan jika kita berjuang sendirian.

“Kita memiliki bahasa yang berbeda, tetapi kita memiliki kebijaksanaan kuno yang sama dari para leluhur kita,” ujar Prabowo.

Prabowo menggarisbawahi diskusi dan kerja sama antara Indonesia dan Rusia pada hari ini, mulai dari pos tarif yang tercakup dalam perjanjian perdagangan bebas, koridor transportasi, sistem pembayaran, proyek-proyek industry bertujuan untuk kepentingan bersama kedua negara.

Dalam kaitan itu, Prabowo mengajak Rusia untuk membangun jalur pelayaran langsung, penerbangan langsung, dan memastikan perjanjian perdagangan bebas berjalan sejak hari pertama. Kepala Negara juga mengajak Putin untuk melipatgandakan volume perdagangan antara Jakarta dan Moscow.

“Mari kjita memproduksi pangan, pupuk, energi, obat-obatan, dan teknologi bersama,” ujarnya.

Dia juga meminta agar lembaga pengelola dana investasi (sovereign wealth fund) milik kedua negara, yakni BPI Danantara dan Russian Direct Investment Fund, bersama-sama membiayai proyek strategis.

“Mari kita memastikan bahwa setiap kesepakatan yang diumumkan di Vladivostok menghasilkan sesuatu yang dapat dilihat dan dirasakan oleh rakyat kita,” ujarnya. (fuz/*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *