Bupati Rudy Mendongkrak Produksi Pangan Dan Ekonomi Petani

oleh
banner 468x60

Bogor, Pelita Baru

Sektor pertanian, menjadi salah satu prioritas yang tak kalah penting dalam pembangunan Kabupaten Bogor dibawah kepemimpinan Rudy Susmanto. Sejumlah program pun dicanangkan untuk mendongkrak salah satu perekonomian vital masyarakat ini.

banner 336x280

Bahkan, jauh-jauh hari, Rudy sudah menegaskan, jika pengembangan pertanian sangat mendesak untuk mengantisipasi ancaman krisis pangan di masa depan. Dengan menjadikan pertanian sebagai prioritas pembangunan Kabupaten Bogor, masyarakat bukan hanya terhindar dari kekurangan pangan melainkan mendapat manfaat secara ekonomi.

“Masyarakat Kabupaten Bogor sebagian besarnya adalah masyarakat agraris, yang dibutuhkan adalah inovasi, teknologi, agar kegiatan pertanian maupun peternakan masyarakat bisa lebih berkembang,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Rudy pun berharap sinergi yang kuat antara pemerintah, akademisi, dan praktisi menjadi kunci untuk mengembangkan sektor pertanian. Pasalnya, persoalan peningkatan sumber daya manusia (SDM) petani, ketersediaan lahan pangan berkelanjutan, penerapan teknologi tepat guna, industri olahan, hingga ketersediaan pasar adalah masalah yang saling berkaitan. “Karena itu butuh perencanaan yang matang dan melibatkan semua stakeholder,” katanya lagi.

Sejalan dengan visi itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dalam hal ini Distanhorbun Kabupaten Bogor sinergi dengan pemerintah pusat, TNI, petani, dan sejumlah pemangku kepentingan mengembangkan budidaya kedelai melalui Gerakan Tanam Kedelai Kabupaten Bogor Tahun 2026 di lahan TNI AL, Desa Mekarwangi, Kecamatan Cariu, Kamis (3/9/2026).

Gerakan tanam kedelai tersebut diarahkan untuk mendorong peningkatan produksi kedelai di Kabupaten Bogor sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian yang tersedia.

Pengembangan komoditas ini diharapkan dapat menjadi salah satu upaya memperkuat ketersediaan pangan dan meningkatkan nilai ekonomi usaha tani.

Mewakili Bupati Bogor, Kadistanhorbun Kabupaten Bogor Entis Sutisna mengatakan, pengembangan kedelai perlu dilakukan secara serius dan berkelanjutan, tidak berhenti pada kegiatan tanam, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan hingga masa panen dan pemasaran hasil produksi.

“Gerakan ini bukan sekadar menanam kedelai. Kita ingin membangun model budidaya yang bisa dikembangkan, meningkatkan produktivitas lahan, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi petani,” katanya.

Menurutnya, Kabupaten Bogor memiliki potensi lahan dan sumber daya manusia pertanian yang dapat dikembangkan untuk mendukung peningkatan produksi kedelai. Karena itu, kegiatan yang dilaksanakan di Cariu menjadi bagian dari pilot project untuk melihat sekaligus menguji pengembangan budidaya kedelai yang sesuai dengan kondisi wilayah Kabupaten Bogor.

“Kalau hasilnya baik, model ini harus kita kembangkan di wilayah lain yang memiliki potensi. Jangan hanya berhenti di satu lokasi,” ujarnya.

Ia menegaskan, peningkatan produksi pangan membutuhkan kerja sama lintas sektor. Pemerintah daerah, pemerintah pusat, TNI, penyuluh, kelompok tani, dunia usaha, hingga masyarakat harus memiliki peran yang saling menguatkan.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita membutuhkan kolaborasi agar dari sisi produksi, teknologi budidaya, sarana pertanian, sampai pemasaran hasil panen semuanya bisa berjalan,” jelasnya.

Selain mendorong peningkatan produksi, Pemkab Bogor memastikan pengembangan pertanian dilakukan dengan pendekatan dari hulu hingga hilir.

Dukungan tersebut antara lain melalui penyediaan benih, pupuk dan pestisida, alat dan mesin pertanian, serta penguatan infrastruktur pendukung seperti jaringan irigasi usaha tani, dam parit, jalan usaha tani, dan sarana penampungan hasil.

Menurutnya dukungan tersebut penting agar petani tidak hanya mampu meningkatkan hasil produksi, tetapi juga memperoleh nilai ekonomi yang lebih baik.

“Pembangunan pertanian tidak cukup hanya dengan menanam. Setelah panen, kita juga harus memikirkan bagaimana hasilnya terserap pasar dan memberikan nilai tambah bagi petani,” katanya.

Ia berharap pengembangan kedelai di Kabupaten Bogor dapat menjadi salah satu alternatif komoditas yang memberikan keuntungan bagi petani sekaligus mendukung ketersediaan pangan.

“Target akhirnya adalah petani sejahtera, lahan produktif, produksi meningkat, dan kebutuhan pangan masyarakat semakin kuat,” tukasnya.

Gerakan Tanam Kedelai Kabupaten Bogor Tahun 2026 melibatkan unsur Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Koperasi, TNI, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemkab Bogor, penyuluh pertanian, perusahaan, kelompok tani, serta pemangku kepentingan terkait.

Pemkab Bogor menilai pengembangan kedelai memiliki peluang untuk terus diperluas dengan dukungan teknologi, pendampingan petani, ketersediaan sarana produksi, serta kepastian pemasaran.

Dengan pendekatan tersebut, gerakan tanam di Cariu diharapkan tidak hanya menghasilkan produksi, tetapi menjadi awal pengembangan ekosistem kedelai yang berkelanjutan di Kabupaten Bogor. (duan/*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *