Kadispenad Kemampuan Menulis Harus Diasah “Ala Bisa Karena Biasa”

oleh
banner 468x60

Jakarta, pelitabaru.com – Ditengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi digital, kemampuan menulis menjadi salah satu kompetensi yang harus terus diasah setiap insan penerangan TNI AD. Keterampilan tersebut tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses belajar dan latihan yang berkelanjutan, sejalan dengan peribahasa “ala bisa karena biasa”.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono, S.E., M.Han., saat membuka Workshop Menulis Penerangan TNI AD TA 2026 di Ballroom Hotel Novotel Mangga Dua, Jakarta, Selasa (29/7/2026).

banner 336x280

Dalam kesempatan itu Kadispenad menegaskan, kemampuan menulis merupakan bagian dari profesionalisme prajurit dan PNS TNI AD dalam mendukung komunikasi publik institusi.

“Saya ingin seluruh personel jajaran penerangan memiliki kemampuan menulis yang baik. Namun, kemampuan ini harus terus diasah agar semakin mahir, sehingga mampu menghasilkan narasi yang bermanfaat bagi satuan maupun pengembangan diri masing-masing,” ujarnya.

Diharapkan, ilmu yang diperoleh dalam workshop ini terus dipraktikkan. Menurutnya, semakin sering seseorang menulis, semakin kuat kemampuan tersebut tertanam dalam pola pikirnya. Bahkan setelah lama tidak digunakan, keterampilan itu akan lebih mudah diaktifkan kembali karena telah menjadi kebiasaan.

Workshop yang diikuti 100 peserta secara luar jaringan (luring) dan 30 peserta secara dalam jaringan (Daring) dari jajaran penerangan, serta perwakilan satuan TNI AD di berbagai wilayah Indonesia ini dirancang sebagai lokakarya yang memadukan teori dan praktik penulisan. Dimana peserta dibekali kemampuan mengolah fakta, menentukan sudut pandang, serta menyusun narasi yang komunikatif, akurat, dan mudah dipahami masyarakat.

Sementara itu Direktur Utama Narabahasa Ivan Lanin menyampaikan, menulis bukanlah kemampuan alamiah manusia, melainkan keterampilan yang dapat dipelajari dan terus dilatih. Sebaliknya, yang secara naluriah dimiliki manusia adalah kemampuan untuk bercerita.

Oleh sebab itu, peserta diajak memahami cara mengembangkan cerita menjadi tulisan yang runtut, efektif, dan bermakna, dengan menguasai struktur tulisan, mulai dari wacana, paragraf, kalimat, diksi, hingga ejaan.

Berikutnya materi disampaikan Produser Bespoke Lab sekaligus penulis Indira Saraswaty mengenai penyusunan narasi strategis dan teknik mengemas data, serta informasi kedinasan menjadi tulisan yang relevan, menarik, dan mampu membangun opini publik yang konstruktif.

Sedang pada sesi penutup, Kasubdislisstra Dispenad Letkol Inf Fikky Nur Kuncoro Jati, S.H., M.Han., menyampaikan pemaparannya tentang pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) sebagai pendukung proses penulisan.

Menurutnya, AI mampu mempercepat pengolahan informasi, tetapi tidak dapat menggantikan peran manusia dalam memberi arah, nilai, empati, dan tanggung jawab pada sebuah tulisan.

“AI dapat membantu kita menemukan kata-kata, tetapi hanya manusia yang mampu memberi tulisan arah, nilai, empati, dan tanggung jawab,” tegasnya.

Pada akhir workshop diumumkan pemenang karya penulisan terbaik, yaitu Koptu Eko W. Purnomo sebagai juara pertama, Lettu Chk Muhammad Rizky Royhan sebagai juara kedua, dan Serda M. Hasan Azwar sebagai juara ketiga. Apresiasi juga diberikan kepada tiga peserta teraktif, yakni Sertu Narotama, Sertu M. Asep, dan Letda Arh Budisep Silalahi.

Kegiatan ditutup Kadispenad melalui sambutan yang dibacakan Sesdispenad Kolonel Arh Budyanto Putro Sudarsono, S.E., M.Han., dalam penututupan itu Kadispenad mengajak seluruh peserta menjadikan kemampuan menulis sebagai bagian dari budaya profesionalisme prajurit. “Dengan kemampuan menulis yang terus berkembang, insan penerangan TNI AD diharapkan mampu menghadirkan komunikasi publik yang akurat, edukatif, humanis, dan adaptif. Sehingga semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap TNI AD,” tegasnya. (ans)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *