Prabowo: Berantas Judi Online!

oleh
banner 468x60

Bogor, Pelita Baru

Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi sinergi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) dalam memberantas judi online (judol).

banner 336x280

Menurut Presiden, praktik judi online merupakan ancaman serius yang dapat menghambat kebangkitan bangsa dan merugikan masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat memimpin Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun di Lapangan Satlat Korbrimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Rabu (1/7/2026).

Presiden menilai kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci dalam menghadapi berbagai bentuk kejahatan yang terus berkembang, termasuk judi online.

“Membongkar dan mengungkap bersama Komdigi memberantas judi online,” kata Presiden.

Untuk itu, Prabowo Subianto mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi Indonesia ke depan semakin kompleks. Selain konflik global yang berdampak pada berbagai negara, perkembangan teknologi juga memunculkan pola kejahatan baru yang harus diantisipasi.

“Tantangan kita tidak semakin ringan. Dunia penuh konflik dan ketegangan. Perang di suatu belahan bumi berpengaruh kepada kita. Kejahatan pun semakin canggih dan terus berubah. Teknologi dapat juga dipakai dengan maksud-maksud yang jahat. Dengan demikian, cara kerja kita juga harus menyesuaikan,” ujarnya.

Presiden menegaskan bahwa judi online merupakan salah satu ancaman yang sangat merugikan bangsa. Selain itu, pemerintah juga terus menghadapi berbagai tindak kejahatan lain, seperti perdagangan orang, kejahatan siber, terorisme, korupsi, penyelundupan, pertambangan ilegal, perkebunan ilegal, serta kejahatan kerah putih (white collar crime). “Judi online merupakan ancaman yang sangat merugikan bangsa kita. Perdagangan orang, kejahatan siber, terorisme, korupsi, penyelundupan, tambang ilegal, perkebunan ilegal, dan praktik white collar crime sangat merugikan bangsa kita,” tegasnya.

Presiden mengapresiasi keberhasilan Polri bersama kementerian dan lembaga terkait dalam meningkatkan pelayanan publik serta menjaga keamanan masyarakat. “Pelayanan publik semakin baik. Keberhasilan seperti ini menunjukkan bahwa negara hadir setiap saat rakyat memerlukan,” katanya.

Meski demikian, Prabowo mengingatkan seluruh aparat agar tidak cepat berpuas diri. Menurutnya, masih banyak tantangan yang harus diselesaikan, terutama persoalan kemiskinan yang dipicu oleh korupsi, penyelundupan, dan berbagai aktivitas ekonomi ilegal. “Rakyat kita masih menghadapi kemiskinan, dan kemiskinan merupakan akibat langsung dari korupsi, penyelundupan, serta kegiatan-kegiatan ekonomi ilegal,” ujarnya.

Presiden menegaskan bahwa pemberantasan judi online dan berbagai bentuk kejahatan lainnya harus terus diperkuat melalui sinergi antarinstansi guna menjaga stabilitas nasional sekaligus mendukung pembangunan Indonesia.

Sementara itu, Polri mencatat telah berhasil mengungkap 718 kasus perjudian, termasuk judi online, sepanjang 2026. Dalam penindakan tersebut, Polri menetapkan 1.164 tersangka, menyita barang bukti senilai Rp1,75 triliun, serta memutus akses 278 ribu situs dan konten perjudian daring bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi).

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mengatakan, pengungkapan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberantas praktik perjudian yang meresahkan masyarakat serta berdampak terhadap kehidupan sosial dan perekonomian.

“Dengan melakukan pengungkapan 718 kasus, penetapan 1.164 tersangka, menyita barang bukti sejumlah 1,75 triliun rupiah, dan pemutusan 278.000 situs dan konten perjudian daring bersama-sama dengan Kementerian Komdigi,” kata Kapolri saat memberikan sambutan pada Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Satlat Brimob Polri, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026).

Ia menjelaskan, salah satu kasus menonjol yang berhasil diungkap adalah perjudian daring jaringan internasional yang melibatkan 322 warga negara asing yang mengelola 145 domain. Sebanyak 291 WNA pun telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolri menegaskan, pemberantasan judi online terus diperkuat melalui penindakan terhadap para pelaku, pengungkapan jaringan, serta sinergi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk memutus akses terhadap platform perjudian ilegal.

Menurut dia, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya Polri melindungi masyarakat dari dampak sosial dan ekonomi akibat praktik perjudian, sekaligus menjaga ruang digital yang aman dan sehat.

Polri akan terus meningkatkan penegakan hukum terhadap tindak pidana perjudian, termasuk judi online, melalui pendekatan yang komprehensif dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna menekan peredaran praktik perjudian di Indonesia.

Terlepas dari itu, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menegaskan peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum refleksi bagi seluruh insan Bhayangkara untuk memperkuat profesionalisme, integritas, dan komitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Hal itu sejalan dengan tema “Polri untuk Masyarakat” yang diusung dalam peringatan Hari Bhayangkara 2026.

Hal tersebut disampaikan Johnny Eddison Isir dalam rangkaian Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar di Lapangan Satlat Korbrimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Rabu (1/7/2026).

Upacara dipimpin Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto selaku Inspektur Upacara dan dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, jajaran pimpinan lembaga negara, para menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI, Kapolri, serta tamu undangan dari dalam dan luar negeri.

“Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum refleksi bagi seluruh insan Bhayangkara untuk terus meningkatkan profesionalisme, memperkuat integritas, dan menghadirkan pelayanan yang semakin Presisi. Melalui tema ‘Polri untuk Masyarakat’, kami ingin menegaskan bahwa seluruh pelaksanaan tugas Polri harus selalu berpihak pada kepentingan masyarakat,” ujar Johnny.

Menurut dia, keterlibatan berbagai unsur masyarakat dalam upacara tahun ini menunjukkan bahwa keamanan merupakan tanggung jawab bersama yang dibangun melalui kolaborasi seluruh elemen bangsa.

“Kehadiran berbagai komponen masyarakat dalam Upacara Hari Bhayangkara ke-80 mencerminkan kuatnya sinergi antara Polri dan masyarakat. Ini menjadi semangat bersama untuk terus menjaga persatuan, memperkuat keamanan, serta mendukung pembangunan nasional menuju Indonesia yang lebih maju,” kata dia.

Upacara Hari Bhayangkara ke-80 diikuti ribuan peserta yang terdiri atas personel Polri, TNI, Taruna Akademi Kepolisian, aparatur sipil negara di lingkungan Polri, serta berbagai komponen masyarakat. Rangkaian kegiatan menampilkan defile pasukan, atraksi kemampuan personel, parade kendaraan operasional, fly pass, hingga partisipasi berbagai elemen masyarakat sebagai simbol sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

Selain upacara, Polri juga memberikan tanda kehormatan dan penghargaan kepada tokoh bangsa, personel, serta satuan kerja berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian kepada bangsa dan negara.

Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 juga menjadi ajang menampilkan hasil transformasi Polri yang semakin modern dan adaptif melalui penguatan sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.

Melalui semangat “Polri untuk Masyarakat”, Polri menegaskan komitmennya untuk terus bertransformasi sebagai institusi yang profesional, humanis, dan dipercaya masyarakat, serta memberikan perlindungan, pengayoman, pelayanan, dan penegakan hukum yang berkeadilan demi terwujudnya Indonesia yang aman, tertib, dan sejahtera. (fuz)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *