Peneliti dan Pegiat Konservasi Ingatkan Sekda untuk tidak Tebar Ikan Invatif di Telaga Saat

oleh
Peneliti Ikan Endemik, Iqbal Mujadid dan Tim saat penelitian di Hulu Sungai Ciluwung
banner 468x60

Bogor, Pelitabaru.com – Momentum Hari Lingkungan Hidup dan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 rencananya juga akan dimeriahkan dengan kegiatan Tebar Ikan, Lepas Burung, dan Tanam Pohon di Titik Nol Telaga Saat, Puncak Bogor.

Informasi yang dihimpun, akan ada total 5544 ekor ikan, terdiri dari Indukan sebanyak 544 ekor Ikan Mas, Grasscarp, Patin, Belida, Baung, Tawes, Lele, dan Benih sebanyak 5000 ekor Ikan Tawes, Nila, Patin, Lele.

banner 336x280

Mengetahui informasi itu, Peneliti Ikan Endemik Hulu Ciliwung Iqbal Mujadid mengingatkan Pemerintah Kabupaten Bogor, apabila tetap memaksakan menebar ikan invatif/asing, berarti Telaga Saat sudah berubah fungsi menjadi kolam piaraan ikan. Hal itu sama artinya merusak lingkungan hidup dan melanggar regulasi terkait konservasi.

“Kami menilai, pemerintah Bukan hanya gagal menjaga kawasan konservasi tetap lestari, tp justru malah merusak kelestarian ikan asli, dan ekosistemnya. Karena rantai makanan jadi kacau. Kepunahan lokal spesies asli sudah didepan mata, karna bukannya menanggulangi malah menambahkan faktor yang menyebabkan kepunahan lokal bisa terjadi,” kata Iqbal di Bogor, Rabu (3/5/2026).

Dan, hampir semua kepunahan total, diawali dengan kepunahan lokal yang semakin meluas. Pemerintah terlalu abai dengan ancaman kepunahan. “Kami sudah sounding ke Timsus di Ciliwung. Maka Kami tetap akan bikin artikel ilmiah yang akan dipublish di jurnal akademik tentang kondisi lingkungan dan keanekaragamannya dari Hulu dan Hilir Ciliwung saat ini beserta peran dari pemerintah, masyarakat, aktivis dan stakeholder lainnya,” imbuhnya.

Sementara, Ketua Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I) Nasional, Dedi Kurniawan memastikan tidak akan hadir memenuhi undangan dari Setda Kabupaten Bogor. “Karena, kegiatan itu terendus bertolak belakang dengan prinsip konservasi,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Ketua FK3I Regional Gunung Gede Pangrango Halimun Salak, Ligar, S.R., pihaknya juga mengurungkan kehadirannya untuk mendampingi Ketua FK3I Nasional dalam undangan tersebut.

Alasannya, dalam kegiatan yang akan dihadiri Kementerian, Pemprov, dan Bupati Bogor beserta jajaran terdapat kegiatan yang bertolak belakang dari prinsip konservasi, yakni tebar ribuan ikan invatif/asing, dan belum ada kejelasan apakah tanam pohon mengacu pada prinsip Menanam, Merawat, Menjaga (3M).

“Kalau masih menganggap Telaga Saat tersebut masih perairan yang di lindungi, sebaiknya batalkan menebar ikan asing atau ikan invatif, karena tanpa ditambah pun, ikan asing sudah mendominasi di Telaga Saat, dan ikan endemik nyaris punah,” tegas Ligar.

Menurutnya, salah satu potensi keanekaragaman hayati kawasan Talaga Saat adalah habitat ikan lokal yang menggunakan sungai Ciliwung sebagai habitatnya, saat ini banyak ketidak pahaman mengenai manfaat ikan lokal bagi ekologi.

“Sehingga, terjadi pelepasan ikan baik secara resmi atau pun tidak resmi menggunakan ikan invasif/asing sebagai objek kegiatan pelepasan ikan. Akibatnya adalah ikan lokal mengalami penurunan populasi akibat persaingan hidup dengan ikan invasif jika ini terus terjadi maka kepunahan semakin dekat dampak nya adalah generasi mendatang tidak kenal ikan asli,” ungkapnya.

Berkurangnya populasi ikan lokal berdampak terhadap turunnya kualitas keanekaragaman hayati spesies ikan di sungai Ciliwung. Dalam hal ini pemerintah perlu melakukan upaya pencegahan terjadinya kepunahan salah satunya adalah bersama sama dengan masyarakat, komunitas yang peduli terhadap sungai Ciliwung untuk menjaga terjadinya kepunahan melalui edukasi, konservasi dan advokasi.

Perlu kita ketahui bahwa lembaga yang mengelola sungai Ciliwung adalah BBWSCC akan tetapi pemerintah daerah pun memiliki peranan penting dalam menjaga kelestarian sungai Ciliwung, secara peraturan pemerintah memiliki dasar hukum yang kuat akan tetapi selalu diabaikan demi tujuan yang menguntungkan pihak pihak pemanfaatan sungai Ciliwung. (Sab)

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *