Rukma Setiabudi: Rakor PTMSI Jateng Berjalan Baik, Tidak Ada Deadlock!

oleh
banner 468x60

Semarang, pelitabaru.com – Ketua Pengprov PTMSI Jateng, Dr Rukma Setiabudi, mengajak seluruh insan olah raga Jawa Tengah, khususnya Tenis meja untuk bersama-sama menyikapi Rakor yang berlangsung di Frontone HK Hotel, Jum,at (1/5/2026) lalu, secara dewasa dan bijak.

Menurutnya sepanjang kegiatan berlangsung dan mengikuti dari awal hingga akhir berlangsung cukup lancar. ‘’Saya kaget ada berita berbeda dan untuk itu saya perlu memberikan meluruskan agar tidak berkembang opini yang keliru,’’ujar Rukma dalam keterangannya kepada Media, Rabu (6/5/2026).

banner 336x280

Forum Rakor itu diniati dan dimaksudkan menjadi ruang komunikasi, konsolidsasi insan tenis meja Jawa Tengah. ‘’Saya terbuka atas kritik, masukan dan apa pun yang bersifat konstruktif untuk Tenis Meja Jawa Tengah ke depan. Koreksi-koreksi itu jadi masukan bukan untuk saya (Rukma-red) tapi untuk tenis meja Jawa Tengah,’’urainya.

Agenda yang dibahas juga jelas, yakni memenuhi amanah perpanjangan periode yang diberikan PB PTMSI.

‘’Perpanjangan itu saya juga tidak minta, karena bagian dari konsolidasi nasional. Ini sebuah kehormatan dan kepercayaan. Ya saya pikul amanah itu,’’kata politisi senior yang kini lebih fokus di binis dan kegiatan sosial ini.

Ada tiga agenda yang disampaikan di rakor tersebut. Pertama adalah

Kejurprov Tenis Meja Jateng 2026, kemudian Jateng Open, yang di dalamnya ada festival dan persiapan Musprov.

‘’Semua berjalan baik, kalau ada dinamika tetap kondusif dan konstruktif. Ini yang harus saya luruskan. Wong saya ada di situ juga sampai selesai,’’ katanya.

Mengajukan Banding

Pimpinan Sidang Edi Indarto, menampik ada pihak yang mengatakan deadlock. ‘’Deadlock dari mana, saya ini yang memimpin sidang. Aspirasi dari peserta semua terakomodir, karena setiap pendapat direspon dan ditanggapi nara sumber, yakni Wasekjen PB PTMSI, Mentereng Sakti dan Ali Purnomo, SH dari KONI Jateng,’’jelas Edi Indarto,

Lebih lanjut dijelaskan Edi Indarto, jurnalis senior dan pemerhati olah raga ini, terkait pendapat yang mengusulkan agar pada Musprov Jateng mendatang tidak perlu ada batasan-batasan, seperti pernah menjadi pengurus, atau Ketua Pengkot/Pengkab sudah ditanggapi serta dijelaskan nara sumber dari KONI juga PB PTMSI.

Pijakannya adalah ada AD/ART dan Peraturan PB PTMSI. Meski begitu jika ada usulan dan sikap yang berbeda ada ruang, yakni mengajukan banding ke PB PTMSI. ‘’Itu klir dan semua sudah diurai dalam sesi dialog. Pak Mentereng dari PB PTMSI sudah merespon dan menjelaskan usulan dari Ketua Pengkab Brebes, Pamor Wicaksono,’’kata Edi lagi.

Artinya jika ada yang tidak sependapat silakan mengajukan banding. Karena untuk mengambil keputusan bukan ranah dari Rakor. Aspek mendasar lain, kata Edi Indarto yang juga Ketua Bidang Humas dan Hukum Pengprov PTMSI Jateng adalah setiap langkah senantiasa memijakkan pada koridor yang baku, yakni AD/ART dan peraturan PB PTMSI.

Pengurus Pengprov PTMSI Jateng yang lain Joned Purwadi yang pada juga Ketua Rakor mengatakan, pihaknya menyayangkan pada saat rakor tidak banyak banyak yang bersuara.

“Saya hormat dan respek pada Pak Pamor, beliau gentle masukan dan usulannya disampaikan langsung di forum. Tapi saya menyesalkan beberapa pengurus ketika di forum diam, tapi ngomongnya di media,’’tegas Joned Purwadi.

Senada dengan Joned, Sekretaris Panitia Rakor, Heri Sarwanto mengatakan dan berharap agenda tersisa yakni pemilihan TPP untuk Musprov agar segera dituntaskan.

‘’Penunjukkan atau pemilihan tim TPP yang kemarin ditunda karena waktu sudah terlalu larut segera diselesaikan. Saya yang mencatat lalu lintas rapat izin menyampaikan notulensi ini agar tidak dipahami secara terbalik, atau keliru,’’ujar penggiat Tenis Meja dari Mranggen Demak ini. (adi/*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *