Bogor, pelitabaru.com – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, didampingi Kepala Disperumkim Kota Bogor, Chusnul Rozaqi, bersama warga melakukan peletakan batu pertama pembangunan Musala Al- Barokah di area Taman Heulang, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Selasa (21/4/2026).
Pembangunan musala ini merupakan inisiasi warga di sekitar Taman Heulang, khususnya RT 05 RW 03, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, bekerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.
“Kami Pemkot Bogor memberikan izin kepada warga untuk membangun fasilitas ibadah yang lebih besar, lebih luas, dan lebih representatif dengan memanfaatkan lahan milik Pemkot Bogor untuk dibangun musala,” ujarnya.
Pembangunan fasilitas penunjang ini juga sejalan dengan penataan kawasan Taman Heulang yang sedang dilaksanakan oleh Pemkot Bogor.
“Kita punya program relokasi PKL. Tadi kita sosialisasi dan pemetaan kepada PKL. PKL tidak boleh lagi berjualan di semua sudut jalan, karena semua harus menghargai hak-hak para warga pemilik rumah. PKL jangan egois hanya memikirkan perut sendiri, tetapi mengabaikan keamanan, kenyamanan, dan keindahan bersama yang juga harus diperhatikan,” ucap Dedie Rachim.
Jika setelah relokasi masih ada PKL yang membandel, maka Pemkot mengajak warga untuk melakukan penertiban bersama. Apabila masih membandel, akan diberikan denda Rp50.000 hingga maksimal Rp1.000.000.
“Kita juga sudah punya perangkat untuk memberikan denda, sudah diujicobakan di beberapa titik. Dendanya antara Rp50.000 sampai Rp350.000, dan bisa lebih. Kalau bandel, kita denda Rp250.000, Rp500.000, sampai Rp1.000.000. Itu yang akan kita tegaskan,” tegas Dedie Rachim.
Ketua Panitia Pembangunan Musala, Omay Kwira Admaja, mewakili warga menyampaikan terima kasih atas izin pembangunan musala.
Omay mengatakan, inisiasi pembangunan musala ini dilatarbelakangi lokasi masjid yang cukup jauh, sehingga mayoritas warga, khususnya pensiunan dan lanjut usia, mengalami kesulitan untuk melaksanakan salat berjamaah.
Atas dukungan semua pihak, dengan menggunakan dana CSR, pembangunan musala ini dapat dilaksanakan.
“Terima kasih atas kepedulian dan izin untuk membangun tempat ibadah yang lebih representatif dari sebelumnya,” ujarnya.
Sebelumnya, area Taman Heulang ini memiliki fasilitas musala dengan kapasitas sekitar 15 orang. Namun, dengan dibangunnya musala baru, nantinya dapat menampung lebih dari 100 jemaah.
“Terima kasih karena lahannya di sini sangat strategis. Selain warga, pengunjung juga bisa memanfaatkan. Saat Sabtu-Minggu, yang salat sampai antre,” ujarnya. (Zie)












