Mencari Kebenaran di Balik Kepulan Asap Tambang Emas Pongkor

oleh
banner 468x60

Bogor, Pelitabaru.com – Wilayah Kecamatan Nanggung dan sekitarnya dihebohkan oleh kabar dengan narasi-narasi yang menyeramkan.

Sejak Rabu 15 Januari 2026 cerita tentang ratusan orang terjebak bahkan ada yang meregang nyawa di lokasi PT. Antam Pongkor menyebar melalui pesan berantai di media sosial media.

banner 336x280

Beberapa cuplikan video mengabarkan isu kemanusiaan dengan narasi telah terjadi ledakan dan kepulan asap di sebuah lubang pertambangan emas.

Cerita tentang ratusan orang terjebak bahkan meninggal dunia di area milik PT. Antam Pongkor itu menyebar di media sosial.

Bupati Bogor beserta rombongan tiba di wilayah Kecamatan Nanggung pada, Rabu 14 Januari 2025 petang guna memastikan terkait kejadian tersebut.

General Manager PT. Antam UBPE Pongkor, Nilus Rahmat menegaskan bahwa informasi yang beredar terkait dugaan ledakan di area tambang serta klaim ratusan orang terjebak di dalam tambang adalah tidak benar.

“Informasi yang beredar di media sosial maupun beberapa pemberitaan terkait adanya ledakan di area tambang serta klaim ratusan orang terjebak di dalam tambang adalah tidak benar atau hoaks,” ungkap Nilus Rahmat kepada wartawan pada, Rabu 14 Januari 2025.

Ia menjelaskan bahwa video yang beredar merupakan dokumentasi penanganan kondisi teknis di area tambang bawah tanah yang telah diantisipasi sesuai prosedur keselamatan perusahaan.

“Video tersebut merupakan dokumentasi penanganan kondisi teknis di area tambang bawah tanah yang telah diantisipasi dan ditangani sesuai prosedur keselamatan dan standar operasional perusahaan, termasuk pengaturan ventilasi dan pengamanan area kerja,” katanya.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak berdampak pada keselamatan karyawan dan seluruh aktivitas operasional berada dalam kondisi terkendali.

“Kondisi tersebut tidak berdampak pada keselamatan karyawan ANTAM dan seluruh aktivitas operasional perusahaan berada dalam kondisi terkendali,” katanya.

Namun ketika kabar hoaks itu heboh beredar pada Rabu (14/1/2026), di hari yang sama ada lima orang yang berobat ke klinik dengan gejala sesak napas.

Ada dugaan bahwa kelima orang ini merupakan penambang emas tanpa izin (Peti) atau kerap disebut Gurandil. Dugaan ini dikaitkan dengan informasi beredar di masyarakat Kecamatan Nanggung soal adanya aktivitas penambang emas liar yang nekat membuat lubang tembus masuk ke wilayah perusahaan. Meski begitu, kabar pasti terkait aktivitas tambang ilegal itu termasuk sosok kelima orang tersebut masih belum dipastikan.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto menegaskan bawa pemerintah daerah akan akan terus menelusuri kebenaran apabila ada informasi lain diluar aktivitas resmi PT. Antam.

“Kalau ada beberapa informasi lain yang beredar, izinkan kami beberapa saat ke depan untuk memastikan kebenarannya. Kami akan menyampaikan berdasarkan data dan fakta di lapangan,” katanya.

Informasi di beberapa media kemudian muncul pemberitaan dengan kabar mengejutkan yang disampaikan oleh Kepala Desa Bangun Jaya, Kecamatan Cigudeg, Abdul Halim yang membenarkan bahwa ada 6 orang warganya tewas akibat menghirup asap dari lubang tambang PT. Antam.

“Ya betul warga bangunjaya kp cimapag hilir ada 6 orang,” ungkap H. Abdul Halim dikonfirmasi wartawan pada Sabtu, 17 Januari 2025.

Tak hanya itu, Fakta mengejutkan diungkap Wakil Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI, Adian Napitupulu bahwa selain korban meninggal, masih terdapat sejumlah warga yang hingga kini belum ditemukan. Berdasarkan laporan masyarakat, korban yang dilaporkan hilang antara lain Jaka, Edi, Isep, Septiana, Akim, Aji Pangestu, dan Adam.

Warga Desa Urug, Kecamatan Sukajaya sebelumnya mendatangi Kantor Desa untuk menyampaikan aspirasi dan pengaduan atas peristiwa tersebut kepada Adian Napitupulu bersama Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Doni Hutabarat.

Legislator Dapil Jabar V ini memastikan bahwa seluruh korban, baik yang meninggal dunia maupun yang belum ditemukan, merupakan warga Desa Urug dan sekitarnya.

Menindaklanjuti aspirasi masyarakat, Adian langsung bergerak ke lokasi sumber asap putih yang menutup jalur terowongan tambang. Dari hasil peninjauan lapangannya, ia menyebut kondisi asap sangat pekat dan berbahaya.

“Kalau kita mendekat ke lokasi, kondisinya mirip asap fogging, tetapi jumlahnya sangat banyak dan berbahaya,” kata Adian. (Fex)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *