Bogor, Pelita Baru
Bupati Bogor Rudy Susmanto berhasil meredam gejolak ribuan warga yang belum menerima kompensasi dari penutupan tambang oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi alias KDM, Senin (12/1/2026).
Hebatnya, ditengah gejolak aksi yang sudah memanas lantaran warga tersulut emosi hingga menimbulkan anarki, dengan melempari kantor Kecamatan Cigudeg dengan batu dan membakar ban, Rudy dengan berani mengambil resiko berhadapan langsung dengan massa guna mediasi.
“Aspirasi kami tampung dan sudah kami komunikasikan langsung dengan Pemprov Jawa Barat. Alhamdulillah, respons dari Gubernur Jawa Barat sangat baik, dan komunikasi ini sudah berjalan aktif dalam beberapa bulan terakhir, khususnya terkait operasional tambang di Bogor bagian barat,” ujar Rudy Susmanto.
Terkait janji kompensasi yang ditagih warga kepada KDM, Rudy pun memastikan, bantuan itu akan segera dicairkan minggu depan. “Pak Gubernur tidak ingin pembagian tersebut menjadi seakan-akan dipilih-pilih, maka beliau menghendaki dibagikan secara bersamaan sebanyak 15.000, yang Insya Allah akan dibagikan di minggu depan, paling cepat hari Rabu, paling lambat hari Kamis,” ungkapnya.
Pun begitu soal kapan dibukanya kembali aktivitas tambang, pihaknya melakukan audiensi dengan para pengusaha tambang berizin di Pendopo Bupati Bogor esok hari (hari ini, Selasa 13 Januari 2026-red).
“Besok, sudah kami jadwalkan dari beberapa hari sebelumnya untuk bertemu dengan beberapa pengusaha tambang yang memiliki izin sehingga dasar pertemuan tersebut, kami melengkapi seluruh informasi yang ada untuk kami laporkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” tuturnya.
Rudy juga memastikan Pemerintah Kabupaten Bogor akan terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait dengan aspirasi yang disampaikan oleh warga. Termasuk soal rencana jalan khusus tambang.
Jalan khusus angkutan tambang itu, kata Rudy, sudah dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2026 khususnya terkait dengan pembebasan lahan. “Mudah-mudahan saat appraisal-nya selesai, kami bisa langsung melakukan pembayaran untuk pembebasan lahan,” imbuhnya.
Sebelumnya, ribuan warga menggeruduk Kantor Kecamatan Cigudeng, Senin (12/1/2026). Massa yang merupakan warga terdampak penutupan perusahaan tambang di Kecamatan Cigudeg, Rumpin, dan Parungpanjang itu menutup akses Jalan Raya Cigudeg, hingga melempari kantor kecamatan dengan batu.
Salah seorang massa aksi, Jarot dari Desa Rengasjajar, Cigudeg mengaku geram dengan janji KDM setelah menutup perusahaan tambang sejak September 2025 lalu. Pasalnya, ia menilai, janji itu hanya omong doang (omdo) karena masih banyak warga yang belum menerima kompensasi yang dijanjikan orang nomor satu di Jawa Barat itu.
“Sudah tiga bulan tambang ditutup, tetapi sampai hari ini saya belum menerima bantuan kompensasi dari KDM,” ujarnya dilihat dari akun media sosial salah satu media di Bogor, Senin (12/1/2026). (don)












