Bali, Pelitabaru.com – Komitmen terhadap dunia pendidikan tidak selalu lahir dari ruang-ruang besar kekuasaan, tetapi justru tumbuh dari ketekunan, konsistensi, dan kecintaan pada ilmu. Sosok tersebut tercermin kuat pada diri Dr. Ni Putu Candra Prastya Dewi, M.Pd, Sekretaris Forum Komunikasi Dosen (FKD) Provinsi Bali periode 2023–2028, yang hingga kini terus mendedikasikan diri untuk pengembangan pendidikan dasar khususnya Inovasi Pembelajaran PPKn SD berbasis kearifan lokal dan tantangan abad ke-21.
Lahir di Kediri pada 1 November 1994, Dr. Ni Putu Candra menempuh seluruh jenjang pendidikan tingginya di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha). Sejak menempuh pendidikan Sarjana hingga meraih gelar Doktor, konsistensinya pada satu garis keilmuan menjadi fondasi kuat dalam membangun kepakaran akademik.
Prestasi akademiknya semakin istimewa karena ia berhasil menyelesaikan studi doktornya dengan predikat Prestasi Pamuncak Lulusan Terbaik dalam bidang Pendidikan Dasar dengan masa studi 2 tahun 4 bulan pada tahun 2024 di usianya yang masih sangat muda yaitu 29 tahun.
Pilihan ini tidak hanya mencerminkan keteguhan arah karier, tetapi juga visi jangka panjang untuk memperkuat pendidikan guru sekolah dasar di Indonesia.
Karier profesionalnya dimulai sebagai dosen di STKIP Jembrana pada tahun 2018-2019, sebelum kemudian mengabdi sebagai dosen tetap di Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan sejak tahun 2019 hingga sekarang.
Dengan jabatan fungsional Lektor Kepala, ia dikenal sebagai akademisi yang aktif mengintegrasikan nilai-nilai lokal Bali, seperti Tri Kaya Parisudha, ke dalam model dan strategi pembelajaran modern. Ia juga mengembangkan Model Bralancing (Brain Balance Learning) yang menunjukkan pentingnya aktivitas yang menyeimbangkan otak kanan dan otak kiri dalam belajar sebagai pengembangan produk disertasinya.
Buku Model Bralancing kini sudah terjual hingga lebih dari 100 ekspemplar dan bahkan telah dijadikan salah satu tema dalam seminar dan bedah buku FKD Bali yang berkolaborasi dengan psikolog dan dokter ahli saraf.
Di luar pengajaran, peran organisasional Dr. Ni Putu Candra juga sangat menonjol. Sebagai Sekretaris FKD Provinsi Bali, ia berperan strategis dalam memperkuat jejaring dosen lintas perguruan tinggi, mendorong kolaborasi akademik, serta menghidupkan budaya riset dan publikasi ilmiah.
Kiprahnya semakin lengkap melalui keterlibatannya sebagai pengurus Himpunan Dosen PGSD Indonesia Wilayah IV, anggota Asosiasi Dosen Kolaborasi Lintas Perguruan Tinggi (DKLPT), serta Direktur Bimbingan Belajar Professional Saraswati Education.
Produktivitas akademiknya tercermin dari deretan publikasi ilmiah nasional dan internasional yang konsisten dalam lima tahun terakhir. Karya-karyanya mengangkat tema pendidikan karakter, literasi digital, pembelajaran abad 21, hingga penguatan nilai Pancasila dan kearifan lokal dalam pendidikan dasar.
Beberapa artikelnya bahkan terbit pada jurnal terakreditasi SINTA 2 dan jurnal internasional, menunjukkan kualitas riset yang diakui secara luas.
Tak hanya berhenti pada publikasi, Dr. Ni Putu Candra juga aktif dalam penelitian kompetitif dengan pendanaan institusi dan kementerian. Penelitiannya mengenai pengembangan multimedia berbasis Augmented Reality yang berorientasi pada deep learning terhadap literasi budaya dan literasi digital menjadi bukti keberpihakan akademiknya pada inovasi pembelajaran yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan generasi muda.
Kontribusinya semakin diperkuat melalui karya buku ajar dan buku referensi yang digunakan di berbagai institusi pendidikan. Buku-buku tersebut tidak hanya memperkaya khazanah keilmuan, tetapi juga menjadi panduan praktis bagi guru dan mahasiswa dalam menerapkan pembelajaran yang kontekstual, kreatif, dan berkarakter.
Bagi Dr. Ni Putu Candra Prastya Dewi, pendidikan bukan sekadar transfer pengetahuan, melainkan proses membentuk manusia seutuhnya, cerdas, berkarakter, dan berakar pada budaya. Kiprahnya menjadi inspirasi nyata bahwa dosen tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga agen perubahan yang menjembatani nilai-nilai lokal dengan tuntutan global.
Dari Bali untuk Indonesia, dedikasi dan konsistensi Dr. Ni Putu Candra adalah contoh bahwa pendidikan yang bermakna lahir dari perpaduan antara ilmu, nilai, dan pengabdian tanpa henti. (adi/*)












