Bogor, pelitabaru.com – Gelanggang Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor kembali mendadak riuh dan bergairah.
Ratusan sapi jantan berbobot monster dari berbagai pelosok Nusantara berjejer rapi dipaddok, memamerkan otot perototan, keunggulan genetik, hingga postur tubuh yang bikin decak kagum.
Di ajang adu gengsi Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 ini, atmosfer kompetisi peternakan kelas atas begitu terasa menyengat.
Namun, di balik megahnya panggung utama dan deretan sapi berbobot rintisan tonase tersebut, ada dinamika lapangan yang tak kalah menarik.
Puluhan akademisi muda bersama jajaran dosen dari Program Studi Teknologi dan Manajemen Ternak (TNK) dan Program Studi Paramedik Veteriner (PV) Sekolah Vokasi IPB University tampak sigap mengawal jalannya perhelatan besar ini dari garis depan.
Keterlibatan civitas akademika Sekolah Vokasi IPB tidak sekadar formalitas. Mereka disebar secara sistematis di berbagai pos vital perhelatan, mulai dari meja registrasi, tim medis & kesehatan hewan, devisi acara, pengamanan area ring, hingga lini edukasi dan lomba mewarnai anak.
Garis Depan Skrining dan Biosekuriti
Sejak fajar menyingsing sebelum kontes dimulai, tim registrasi yang diperkuat mahasiswa Sekolah Vokasi IPB sudah berkejaran dengan waktu. Setiap ternak yang masuk wajib melalui verifikasi dokumen administrasi, asal-usul ras, hingga pencatatan bobot awal secara akurat. Lapis pertahanan berikutnya dipegang oleh tim Paramedik Veteriner.
Di bawah supervisi langsung dosen-dosen pakar veteriner IPB yaitu Dr drh Dwi Budiono, MSi, drh Heryudianto Vibowo M.Si, Dr drh Erni Sulistiawati, dan drh Tetty Barunawati M.Si, mahasiswa melakukan pemeriksaan medis (health screening) secara mendalam.
Denyut jantung, suhu rektal, kecukupan hidrasi, hingga kondisi mukosa diperiksa cermat. Langkah biosekuriti ketat ini diterapkan demi memastikan seluruh peserta sapi yang berlaga berada dalam kondisi fit dan bebas dari risiko penularan penyakit.
“Ajang berskala nasional seperti Kontes Sapi Piala Presiden ini menjadi sarana laboratorium hidup yang sangat ideal bagi mahasiswa. Di sinilah teori handling ternak, tilik ternak Sapi, penanganan kesehatan, hingga penerapan animal welfare yang biasa didapat di ruang kuliah diuji secara riil,” ungkap Dudi Firmansyah S.Pt M.Si salah satu dosen dari Prodi TNK IPB University.
Edukasi Publik dan Sinergi Vokasi-Industri
Tak hanya bergulat dengan urusan teknis ternak dan keamanan kontes, kolaborasi dosen dan mahasiswa ini juga menyulap sudut arena selasar Stadion Pakansari menjadi wahana edukasi dan lomba mewarnai anak.
Melalui tim edukasi, mahasiswa proaktif membagikan literasi seputar peternakan modern, pengenalan bangsa-bangsa sapi unggul, serta pentingnya pemenuhan protein hewani kepada masyarakat awam dan pengunjung keluarga.
Keriuhan juga makin hangat di area lomba mewarnai bertema Bersama Peternak Membangun Bangsa. Langkah ini menjadi strategi mengenalkan dunia peternakan sejak dini kepada generasi muda secara intuitif dan menyenangkan.
Sinergi apik antara Sekolah Vokasi IPB dan Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI) di Pakansari menjadi bukti nyata bahwa pendidikan vokasi hadir menjawab tantangan lapangan.
Keterampilan praktis, ketahanan mental di lapangan, serta pemahaman teknis yang mumpuni dari para mahasiswa menjadi modal berharga bagi keberlanjutan industri peternakan nasional di masa depan. (dho)












