Semarang, pelitabaru.com – Program ‘Semarang Sehat’ menjadi fondasi penting dalam membangun kota yang tangguh. Karena itu, Wali Kota Agustina Wilujeng bertekad untuk mewujudkan hak dasar setiap warga ini, dengan menggenjot program pengentasan kemiskinan.
Buktinya, meski baru memimpin Kota Semarang ‘seumur jagung’, Agustina berhasil melakukan intervensi kemiskinan yang cukup signifikan. Data menunjukkan, di tahun 2025, angka kemiskinan ‘hanya’ 9,36 persen.
“Kesehatan adalah hak dasar setiap warga. Kami ingin membangun Semarang yang kuat dari dalam, dan itu dimulai dari tubuh yang sehat, jiwa yang kuat, ekonomi yang membaik, serta rasa aman saat berobat. Semarang Sehat adalah wujud hadirnya pemerintah untuk melindungi warganya,” kata Agustina.
Salah satu pencapaian paling membanggakan di bidang kesehatan adalah perluasan kepesertaan Universal Health Coverage (UHC).
Tahun 2024 lalu, peserta UHC tercatat sebanyak 98.261 orang. Kini di tahun 2025, jumlahnya melonjak drastis menjadi 228.859 peserta. Dalam setahun, bertambah 130.598 warga yang kini punya akses layanan kesehatan tanpa pusing memikirkan biaya.
Wali Kota Agustina sendiri mengaku bangga atas pencapaian keberhasilan peningkatan jaminan pelayanan kesehatan untuk warga Kota Semarang.
“Saya sering mendengar cerita warga yang dulu takut ke puskesmas atau rumah sakit karena mikir biaya. Sekarang, dengan UHC yang meluas, mereka bisa datang dengan tenang. Itu kebahagiaan tersendiri bagi kami,” tambah Agustina.
Tak hanya itu, Pemerintah Kota Semarang serius menangani masalah stunting atau kondisi gagal tumbuh pada anak. Berbagai program menyasar mulai dari remaja, ibu hamil, hingga balita. Semua dilakukan agar generasi muda Semarang tumbuh sehat dan kuat. (*)












