Bogor,Pelita Baru
Tak perlu diragukan lagi, hampir sepuluh bulan memimpin Kabupaten Bogor, Bupati Rudy sangat pro rakyat. Faktanya pun tak bisa dibantah, program pembangunan dan kesejahteraan ekonomi yang digagas, diakui banyak pihak telah dirasakan langsung masyarakat.
Menariknya, semua program yang didorong dan dijalankan untuk masyarakat, Bupati Rudy, punya alasan yang sangat simple. “Rakyat saya perlu makan dan berlebaran,” katanya, Senin (19/1/2026).
Sebuah kalimat yang sederhana, namun memiliki makna mendalam. Kalimat yang tak hanya menyiratkan Rudy Susmanto sebagai pemimpin yang pengayom, tapi juga sosok yang peka dan mudah tersentuh kalbunya, khususnya tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan kemaslahatan masyarakat di segala aspek kehidupan.
Di bidang ekonomi misalnya. Bupati Rudy tak hanya melakukan efisiensi belanja dengan memastikan setiap SKPD melakukan inventarisasi ulang program prioritas agar anggaran yang tersedia agar tepat sasaran.
Tapi juga memberikan keleluasaan kepada UMKM dan pelaku usaha lainnya tumbuh di Kabupaten Bogor. Contohnya bisa dilihat dari kebijakannya membebaskan para Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk bebas menjajakan dagangannya di areal Car Free Day (CFD).
Tak hanya itu saja, kedepan di bulan Ramadan, Rudy pun membolehkan semua pelaku usaha untuk bebas berjualan dimana saja di Kabupaten Bogor. Dengan syarat, mau tertib, teratur dan bersaing sehat.
“Kita ingin fokus membangun pondasi strategis Kabupaten Bogor agar siap menjadi daerah yang mandiri dan berdaya saing,” katanya.
Rudy ingin, para pelaku usaha memiliki akses yang lebih luas untuk berinteraksi langsung dengan pengunjung, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan Tegar Beriman.
“Kehadiran UMKM juga diharapkan dapat menciptakan ekosistem usaha baru yang berkelanjutan, melibatkan generasi muda, komunitas, dan sektor swasta dalam mendukung pengembangan ekonomi daerah,” paparnya.
Di sektor kesehatan, Rudy juga memastikan seluruh masyarakat terfasilitasi dalam program BPJS melalui skema Universal Health Coverage (UHC). Untuk pendidikan, Pemerintah akan fokus mempercepat rehabilitasi ruang kelas dan meningkatkan sarana pendidikan, terutama di wilayah-wilayah yang masih tertinggal.
“Kesehatan dan pendidikan adalah amanah undang-undang. Tidak boleh lagi ada warga Kabupaten Bogor yang tidak mendapatkan pelayanan kesehatan dan pendidikan hanya karena faktor biaya,” ujar Rudy Susmanto.
Terakhir yang juga tak luput dari perhatiannya adalah soal polemik tambang. Tak tanggung-tanggung, Bupati Rudy begitu memberikan perhatian khusus soal ini. Sebab, menyangkut hajat hidup orang banyak.
Tak hanya jor-joran mengalokasikan dana sekitar Rp 100 miliar melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk memulai tahap awal pembangunan jalur khusus angkutan tambang, Rudy juga terus melakukan komunikasi dengan para pengusaha dan pemerintah provinsi, agar warganya yang menyandarkan hidup dari tambang bisa tetap memiliki mata pencaharian sebagai nafkah utama bagi keluarganya.
“Kalau soal tambang, jika itu kewenangan Kabupaten Bogor, semuanya bisa cepat selesai. Tapi, ini berkaitan dengan Provinsi dan Pusat, tentunya kami harus menempuh jalur-jalur birokrasi. Tapi yang pasti, prinsip kami jelas, pembangunan harus berjalan, ekonomi tetap berputar, dan masyarakat harus terlindungi. Komunikasi serta kebersamaan adalah kunci agar tidak terjadi konflik di lapangan,” tandas Rudy sekaligus memberikan penegasan mengenai visi pembangunan daerah tersebut. (don)












