Resmi, Kapolri Larang Pesta Kembang Api di Tahun Baru

oleh -134 Dilihat
Jenderal Listyo Sigit Prabowo
banner 468x60

Jakarta, Pelita Baru

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan, Mabes Polri tidak memberikan izin pesta kembang api untuk merayakan Tahun Baru 2026 pada Rabu (31/12/2025) malam. Pasalnya, kata dia, Indonesia masih dalam suasana kedukaan akibat bencana banjir dan longsor yang sporadis melanda tiga provinsi di Sumatra pada akhir November lalu.
Dia pun mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan perayaan tahun baru dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. “Yang jelas dari Mabes, kami tidak memberikan izin untuk perayaan kembang api yang biasa dilaksanakan di tutup tahun,” tutur Listyo di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Selasa (23/12/2025).

banner 336x280

Listyo menyerahkan teknis terkait razia dan sanksi perayaan kembang api tahun baru kepada Polda masing-masing wilayah. “Kami tidak memberikan rekomendasi untuk penggunaan kembang api akhir tahun karena kita tahu situasi saat ini semuanya sedang menghadapi situasi yang kita merasakan suasana kebatinan yang sama, dan kita sama-sama mendoakan saudara-saudara kita yang sekarang terdampak bencana di Sumatera,” jelas dia.

Ia berharap masyarakat dapat memahami alasan tidak dikeluarkannya izin penggunaan kembang api serta dapat merasakan suasana kebatinan masyarakat yang terkena bencana. “Karena kita tahu situasi saat ini, semuanya sedang menghadapi situasi yang kita harapkan kita merasakan suasana kebatinan yang sama,” tutur jenderal bintang empat Polri itu.
Lebih lanjut, Listyo mengatakan nantinya Polda jajaran akan memberikan imbauan di masing-masing wilayah terkait tak usah ada pesta kembang api saat Tahun Baru 2026. Dia menerangkan kepolisian menurunkan 234.000 personel yang akan ditugaskan pada pos pelayanan, pos pengamanan, dan pos terpadu selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Untuk pos terpadu sendiri, kata dia, di dalamnya berisi institusi-institusi yang dibutuhkan di dalam pelayanan masa Nataru, seperti Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan TNI.
“Sehingga kemudian dalam kegiatannya bisa terintegrasi dan sinergisitas dalam menghadapi permasalahan-permasalahan yang ada,” ucap Listyo.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo sebelumnya, menegaskan bahwa tidak ada pesta kembang api saat perayaan malam pergantian tahun di Jakarta.

“Saya segera memutuskan kembang api, menurut saya, nggak perlu ada. Jadi pakai (atraksi) drone saja cukup,” kata Pramono.

Kendati demikian Pramono menyebut, perayaan tahun baru harus tetap diadakan di Jakarta meski dengan cara sederhana. Sebab, kata Pramono, Jakarta merupakan ibu kota negara dan merupakan kota global sehingga, Jakarta akan disorot oleh dunia.

Selain itu, Pramono juga tidak menghalangi masyarakat untuk merayakan tahun baru sebagai bentuk syukur dengan cara masing-masing.

“Saya juga tidak ingin semua orang kemudian harus, nggak boleh bersyukur dengan cara yang lain. Karena bagaimanapun, Jakarta sebagai ibu kota negara akan dilihat negara-negara lain. Maka saya akan meminta tim khusus untuk menyiapkan itu,” ujar Pramono. (din/*)

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *