Qodari: Prabowo Sejalan Dengan Aspirasi Masyarakat

oleh
banner 468x60

Jakarta, Pelita Baru

Ramai isu soal aksi mendesak Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset terus menjadi sorotan. Sikap DPR RI yang dinilai lamban dalam merumuskan ‘aturan main’ yang bakal diterapkan menjadi pro kontra yang berujung pada dugaan kontroversi.

banner 336x280

Menyikapi hal ini, Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI Muhammad Qodari menyatakan, Presiden Prabowo Subianto sejalan dengan aspirasi masyarakat terkait RUU Perampasan Aset. Bahkan, kata Qodari lagi, Prabowo sudah menyatakan komitmennya sebanyak dua kali terhadap RUU ini.

“Kalau Undang-Undang Perampasan Aset, itu aspirasi Presiden sangat sejalan dengan aspirasi masyarakat,” ujar Qodari dikutip dari Kompas.com, Rabu (26/8/2026).

Diketahui, Prabowo memang pernah menyerukan untuk memberantas korupsi hingga ke akar-akarnya. Momen pertama terjadi pada peringatan Hari Buruh pada 1 Mei 2025. Komitmen selanjutnya dinyatakan saat bertemu tokoh-tokoh agama pada 1 September 2025.

Meski begitu, Qodari memperkirakan pembahasan RUU Perampasan Aset membutuhkan waktu yang tidak singkat. Pasalnya, sejumlah substansi yang diatur dalam RUU itu berkaitan dengan ketentuan dalam peraturan perundang-undangan lainnya.

“Dia bagian dari fondasi, fundamental yang lebih makro, yaitu revisi KUHP dan KUHAP begitu. Nah, KUHP dan KUHAP kita tahu ini PR puluhan tahun, ya. Jadi, sekarang sudah punya fondasi, sudah punya fondasi yang yang baguslah untuk bisa menyiapkan Undang-Undang Perampasan Aset,” ujar Qodari.

Karena itu, pemerintah, kata Qodari, masih menunggu perkembangan dari DPR terkait RUU Perampasan Aset. “Kita tunggu perkembangannya karena nanti kan pasti ada pembicaraan dengan pemerintah, ya, akan membuat daftar inventaris masalah dan seterusnya,” ujar Qodari.

Di sisi lain, ia memperoleh informasi bahwa kajian mengenai RUU Perampasan Aset telah dilakukan secara komprehensif dan mencakup pembahasan yang cukup kompleks. Menurutnya, keberadaan RUU Perampasan Aset nantinya tidak hanya bermanfaat untuk menangani persoalan di lingkungan pemerintahan, tetapi juga dapat membantu menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi masyarakat.

“Jadi, ada empat model atau ada empat pola tuh dari berbagai negara di dunia mengenai sistem perampasan aset ini dan perampasan aset ini tidak hanya bicara masalah korupsi di pemerintahan, tapi juga berbicara mengenai kasus-kasus kriminal yang terjadi di masyarakat,” ujar Qodari.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memberantas penyelewengan dan korupsi serta memastikan seluruh kekayaan dan aset bangsa dikelola secara jujur dan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.

Hal tersebut disampaikan Presiden saat memberikan sambutan pada peluncuran dan peletakan batu pertama atau groundbreaking Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) di Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026).

Presiden mengatakan berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia harus dijawab dengan kekuatan dan kemampuan negara untuk hadir serta memberikan hasil nyata bagi masyarakat.

“Kita walaupun menghadapi cobaan, walaupun kita hadapi rintangan, hambatan, kita kuat. Kita mampu. Kita buktikan terus,” ujar Presiden.

Presiden menegaskan bahwa kekuatan tersebut harus didukung oleh pengelolaan seluruh aset dan kekayaan bangsa secara bertanggung jawab, transparan, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.

“Semua aset bangsa, semua kekayaan bangsa harus dikelola dengan sebaik-baiknya, dengan sejujur-jujurnya, dengan dasar patriotisme, cinta tanah air, cinta rakyat, rasa tanggung jawab yang sangat besar,” tegas Presiden.

Karena itu, Presiden menegaskan bahwa setiap bentuk penyelewengan dan korupsi harus terus diperangi hingga ke akar-akarnya. “Penyelewengan, korupsi, harus kita perangi. Harus kita berantas sampai ke akar-akarnya. Kita harus punya tekad itu,” ujar Presiden.

Presiden mengatakan penghentian kebocoran dan penyelamatan keuangan negara akan memperkuat kemampuan pemerintah dalam menjalankan berbagai program pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. “Uang itu dari yang kita selamatkan, dari korupsi-korupsi yang berjalan selama ini. Kita hentikan kebocoran-kebocoran itu,” kata Presiden.

Presiden juga menyoroti peningkatan kinerja sejumlah BUMN. Menurut Presiden, kepemimpinan dan tata kelola yang baik menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kinerja perusahaan negara. “Saya besar hati dengan capaian-capaian yang telah kita capai,” pungkas Presiden.

Hal ini sejalan dengan pernyataan Prabowo sebelumnya. Dimana saat meresmikan 218 jembatan di berbagai wilayah di Indonesia yang digelar secara hybrid melalui konferensi video dari kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Senin (9/3/2026) lalu, kepala negara juga menegaskan komitmen pemerintah dalam memberantas korupsi serta memperkuat kemandirian pangan dan energi nasional.

“Kekuatan kita, kekayaan kita yang luar biasa sesungguhnya harus lebih baik lagi kita kelola, lebih baik lagi kita kendalikan. Untuk itu, saya tegaskan kembali lagi bahwa kita harus memerangi korupsi di setiap tingkat,” tegas Presiden.

Kepala Negara menilai praktik penyalahgunaan wewenang dan kolusi dapat menyebabkan kebocoran keuangan negara. Presiden menuturkan bahwa hal tersebut berpotensi mengurangi kemampuan negara dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk bencana dan krisis global.

“Korupsi penyalahgunaan wewenang, penipuan, kolusi dengan pengusaha-pengusaha nakal, ini yang mengakibatkan kebocoran negara, ini yang mengakibatkan kekayaan kita banyak yang hilang, kekayaan yang bisa kita gunakan untuk menghadapi bencana apapun,” ucap Presiden.

Selain pemberantasan korupsi, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia harus memperkuat kemampuan untuk berdiri di atas kaki sendiri. Presiden menyampaikan optimisme bahwa Indonesia memiliki sumber daya yang cukup untuk keluar dari berbagai krisis dengan kondisi yang lebih kuat.

“Saya sudah melihat dan saya sudah mempelajari angka-angka, data-data kekayaan kita. Setiap hari kita akan keluar lebih kuat, kita akan keluar dari krisis ini dalam keadaan yang lebih kuat dan lebih makmur, lebih produktif, lebih mampu berdiri di atas kaki kita sendiri,” tegasnya. (fuz/*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *