Jakarta, Pelita Baru
Sebanyak 71,8 persen masyarakat Indonesia mengaku puas dengan kinerja pemerintah dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Angka itu dirilis Media Survei Nasional (Median) dalam paparan secara daring di Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Direktur Eksekutif Median Rico Marbun menjelaskan, survei kali ini mengambil tema “Evaluasi Kinerja Pemerintah, Isu Pelengseran, dan Dampak Perang”.
Survei dihelat Median di 38 provinsi untuk melihat dua hal, penilaian publik atas kerja pemerintah dan persepsi atas isu kontemporer, seperti dampak perang Teluk hingga potensi kenaikan BBM.
“Adapun alasan terbesar mengapa publik puas terhadap kinerja adalah menjaga harga BBM tidak naik (24,5 persen), Makan Bergizi Gratis (MBG) 15,4 persen, serta memberantas korupsi 9,3 persen,” kata Rico.
Alasan lainnya, lanjut Rico adalah, adanya bantuan 6,6 persen, terciptanya lapangan kerja 3,7 persen, suka dengan Prabowo 3,3 persen, dan suka dengan Prabowo. Terkait isu pelengseran Presiden Prabowo, menurut Rico, sebanyak 67 persen responden menyampaikan tidak setuju dan 16 persen menjawab setuju.
“Menjawab tidak tahu atau tidak jawab 17 persen,” jelas Rico.
Dia melanjutkan, temuan survei terkait lima program pemerintah yang paling disukai masyarakat yang tertinggi adalah MBG sebanyak 27,5 persen. Program berikutnya adalah bansos (8,1 persen), memberantas korupsi (3,8 persen), dan Sekolah Rakyat (3,1 persen). “Serta program kesehatan gratis 3,1 persen,” kata Rico.
Secara khusus, kata Rico, mayoritas publik 51,5 persen merasa program MBG bermanfaat. “Sebanyak 31,5 persen menilai tidak bermanfaat dan 17 persen menjawab tidak tahu atau tidak menjawab,” ucapnya.
Sebelumnya, Survei Poltracking Indonesia juga mengungkapkan sebanyak 75,1% masyarakat Indonesia percaya terhadap kinerja pemerintah Prabowo-Gibran.
Peneliti Utama Poltracking Indonesia, Masduri Amwari mengatakan kepercayaan tersebut menjadi modal politik persepsi publik yang baik bagi pemerintah karena di tengah ketegangan isu global dan dampaknya terhadap berbagai aspek baik di ekonomi ataupun aspek-aspek lainnya.
“Dari temuan Survei Poltracking Indonesia berkaitan dengan tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran. Kalau kita perhatikan dari angka ini, jadi 75,1% publik di Indonesia percaya terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran,” katanya dalam siaran langsung di akun YouTube Survei Poltracking, Senin (13/4/2026).
Dari data yang dipaparkan, 10,3% masyarakat sangat percaya dan 64,8% cukup percaya. Sedangkan 17,5% kurang percaya dan 3,7% sangat tidak percaya sehingga total 21,2% masyarakat tidak percaya.
Masduri melanjutkan dari variabel kepuasan, sebanyak 74,9% puas terhadap kinerja Prabowo dengan rincian 9,0% sangat luas dan 65,9% cukup puas. Di sisi lain, total masyarakat yang tidak puas sebanyak 23,5% dengan rincian 21,3% kurang puas dan 2,2% sangat tidak puas.
Selain itu, untuk tingkat kepuasan kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran sebanyak 74,1% Dalam survei tersebut, Program MBG menjadi alasan utama kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran dengan nilai 23,0%.
Meskipun program ini mendapatkan pro dan kontra dalam pelaksanaannya. “Jadi kalau kita perhatikan jadi alasan publik puas terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran, 23% itu disokong oleh kepuasan terhadap makan bergizi gratis,” jelasnya.
Dari data yang dipaparkan, alasan lainnya adalah bantuan pemerintah tepat sasaran sebanyak 13,8%; kepemimpinan tegas dan berwibawa sebanyak 10,2%; sampai jaminan layanan kesehatan sebanyak 5,9%.
Di sisi lain, Peneliti Poltracking Indonesia Yoki Alvetro menjelaskan metodologi yang digunakan gunakan yaitu populasi survei yaitu warga negara Indonesia yang sudah memiliki hak pilih, yang berumur 17 tahun atau sudah menikah.
Populasi pemilih dikelompokkan berdasarkan provinsi untuk selanjutnya sampel dipilih secara berjenjang di masing-masing provinsi. Primary Sampling Unit (PSU) pada survei ini adalah tingkat desa/keseluruhan dengan jumlah responden pada masing-masing PSU adalah 10 responden.
Dari masing-masing kelurahan/desa terpilih, didaftarkan populasi RT yang ada untuk dipilih lima RT secara acak. Dari masing-masing RT terpilih, dipilih secara random dua KK. Kemudian dari setiap KK terpilih didaftarkan anggota keluarga yang sudah memiliki hak pilih untuk kemudian dipilih secara random satu orang laki-laki/perempuan yang akan diwawancarai.
“Metode sampel kita itu menggunakan metode multistage random sampling dengan jumlah sampel 1220 responden dengan margin of error 2,9% dengan tingkat pekerjaan 95%,” ucapnya di kesempatan yang sama.
Pengumumpulan informasi menggunakan wawancara tatap muka langsung dengan responden terpilih pada tanggal 2-8 Maret 2026. Tim surveyor merupakan mahasiswa yang sudah mendapatkan pelatihan dari tim pusat.
“Sementara validasi datanya yaitu membandingkan data demografi yang disurvei dengan data khusus BPS tahun 2020,” ucapnya. (zie/*)












