Bogor, pelitabaru.com — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Djuanda (UNIDA) menekankan pentingnya komunikasi partisipatif dalam pembangunan berkelanjutan pada sesi kedua bedah buku yang digelar Rabu (15/4/26) di Aula Gedung C Universitas Djuanda, Bogor. Kegiatan ini dihadiri oleh civitas akademika dan aparat daerah, serta menghadirkan narasumber Prof. Dr. Agustina M. Purnomo, S.P., M.Si dengan fokus pada buku Komunikasi Pembangunan Berkelanjutan.
Buku yang disusun oleh dosen Program Studi Sains Komunikasi ini mengulas konsep komunikasi pembangunan dari teori hingga implementasi, dengan menegaskan bahwa komunikasi tidak dapat dilakukan secara satu arah.
Dekan FISIP UNIDA, Assoc. Prof. Dr. Hj. Rita Rahmawati, M.Si, menegaskan bahwa komunikasi menjadi elemen penting dalam menjembatani kebijakan dengan masyarakat.
“Komunikasi pembangunan menjadi penting agar setiap kebijakan tidak hanya tersampaikan, tetapi juga dipahami dan diterima oleh masyarakat,” ujarnya.
Sesi ini dipandu oleh dosen Sains Komunikasi, Maria Fitriah, S.Sos., M.Si. Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Agustina M. Purnomo, S.P., M.Si, menjelaskan bahwa komunikasi pembangunan harus membuka ruang partisipasi masyarakat.
“Komunikasi bukan hanya dari atas ke bawah, tetapi harus membuka ruang partisipasi masyarakat,” jelasnya.
Dalam sesi pembahasan, Dr. H. Muhammad Luthfie, Drs., M.Si., menekankan bahwa komunikasi pembangunan berfungsi untuk menyamakan pemahaman antara pembuat kebijakan dan masyarakat agar program dapat berjalan efektif.
Sementara itu, Dr. Ali Alamsyah Kusumadinata, S.P., M.Si., menyoroti bahwa komunikasi pembangunan tidak hanya berkaitan dengan penyampaian pesan, tetapi juga mencakup partisipasi, persuasi, serta penerimaan masyarakat terhadap kebijakan yang dijalankan.
Pembahasan ini menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan yang dirancang, tetapi juga oleh bagaimana komunikasi mampu membangun pemahaman dan kepercayaan di tengah masyarakat.(adi/*)
FISIP UNIDA Tekankan Komunikasi Partisipatif sebagai Kunci Pembangunan Berkelanjutan











