PT KAI dan Pemkot Bogor Tutup Perlintasan Sebidang MA Salmun

oleh -7 Dilihat
Franoto Wibowo
banner 468x60

Kota Bogor, Pelita Baru

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta bersama Pemerintah Kota Bogor menutup penutupan perlintasan sebidang di Jalan MA Salmun, Kota Bogor, untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan.

banner 336x280

Dengan ditutupnya perlintasan tersebut, masyarakat tidak lagi dapat menyeberangi jalur kereta api melalui JPL No. 1 dan diarahkan agar menggunakan akses jalan alternatif yang telah ditetapkan.

“Perlintasan sebidang JPL No. 1 di Jalan MA Salmun telah resmi ditutup demi keselamatan bersama. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak lagi menggunakan lokasi tersebut sebagai akses penyeberangan,” kata Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin (26/10/2026).

Seiring dengan penutupan perlintasan tersebut, rekayasa lalu lintas telah disiapkan untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat, yakni rute pertama Jalan MA Salmun-Mayor Oking-Kapten Muslihat-Djuanda-Sudirman-Sawojajar-Dewi Sartika.

Kemudian, rute kedua, yaitu Jalan Dewi Sartika-Pengadilan-Sudirman-RE Martadinata-Merdeka-MA Salmun, dan rute ketiga, yakni Jalan Ciwaringin-MA Salmun.

“Kami memahami bahwa penutupan perlintasan ini memerlukan penyesuaian bagi masyarakat. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh pengguna jalan untuk mengikuti pengaturan lalu lintas yang telah disiapkan. Keselamatan harus menjadi perhatian bersama tanpa mengesampingkan kebutuhan mobilitas masyarakat,” ujar Franoto.

Lebih lanjut, sebagai bagian dari penataan jangka panjang, Pemerintah Kota Bogor juga merencanakan pembangunan jembatan penyeberangan bagi pejalan kaki dan sepeda motor untuk mendukung konektivitas masyarakat di kawasan tersebut.

“KAI mengapresiasi sinergi yang terus terjalin bersama Pemerintah Kota Bogor. Kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan kawasan Stasiun Bogor yang semakin aman, tertata, dan memberikan kemudahan akses bagi masyarakat maupun pelanggan kereta api,” ungkap Franoto. (hrs/*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *