Proyek Siluman di Kiarasari, Kades Ahyar: Materilnya Bukan Pasir Tapi Teras

oleh -62 Dilihat
banner 468x60

Bogor, Pelitabaru.com – Pembangunan proyek irigasi drainase di Desa Kiarasari, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, menuai sorotan keras dari pemerintah desa dan warga setempat. Proyek tersebut disorot karena diduga sebagai proyek siluman, lantaran dikerjakan tanpa papan informasi, minim koordinasi, hingga memunculkan dampak kerugian bagi warga.

Kepala Desa Kiarasari, Ahyar Suryadi atau yang akrab disapa Jaro Ahyar, mengaku geram karena sama sekali tidak mengetahui adanya proyek drainase yang telah berjalan lebih dari sepekan itu. Ia menegaskan, tidak pernah ada pemberitahuan atau koordinasi dari pihak pelaksana kepada pemerintah desa.

banner 336x280

“Saya sebagai kepala desa tidak tahu-menahu. Tidak ada pemberitahuan ke desa. Proyek ini sudah berjalan lebih dari satu minggu, tapi kami semua bertanya-tanya, ini proyek dari mana?” ungkap Jaro Ahyar kepada wartawan pada, Sabtu 20 Desember 2025.

Tak hanya soal minimnya informasi, Jaro Ahyar juga menyoroti kualitas pekerjaan yang dinilainya jauh dari standar. Ia menyebut material yang digunakan diduga tidak sesuai spesifikasi.

“Katanya ini proyek pemerintah, tapi tidak ada papan informasi. Pas saya cek, materialnya bukan pasir, tapi teras. Ambil bahan seadanya. Ini sangat disayangkan,” katanya.

Lebih memprihatinkan, proyek tersebut diduga menyebabkan kerusakan pada rumah warga. Salah satunya dialami Mak Konol (79), seorang janda lanjut usia. Dapur rumahnya dilaporkan roboh, sementara kamar mandi tak lagi bisa digunakan.

“Yang paling parah, dapur rumah warga sampai roboh. Sekarang rumahnya juga kebanjiran kalau hujan. Ini akibat pekerjaan drainase itu,” kata Jaro Ahyar.

Ia mengungkapkan kekecewaannya nyaran, hingga saat ini pihak pelaksana proyek maupun konsultan belum pernah datang atau berkoordinasi dengan pemerintah desa.

“Tidak ada konsultasi, papan kegiatan juga tidak dipasang. Saya ini kepala desa dianggap apa? Tunggul?” katanya.

Jaro Ahyar pun meminta Pemerintah Kabupaten Bogor, khususnya dinas terkait, agar lebih terbuka dan melibatkan pemerintah desa dalam setiap pelaksanaan proyek pembangunan.

“Tolong informasikan ke desa. Kami perlu tahu supaya bisa ikut mengawasi. Jangan sampai warga yang jadi korban,”katanya.

Sementara itu, Rosid, anak dari Mak Konol, mengungkapkan kesedihannya atas musibah yang menimpa ibunya. Ia mengatakan, dapur rumah ibunya roboh tanpa ada pemberitahuan sebelumnya terkait proyek tersebut.

“Seharusnya ada pemberitahuan dulu. Tapi ini tidak ada sama sekali, tahu-tahu dapur ibu saya roboh,” kata Rosid.

Ia berharap ada tanggung jawab dari pihak terkait untuk memperbaiki kerusakan rumah ibunya.

“Mau komplain ke pekerja juga saya tidak enak. Saya cuma berharap ada bantuan untuk memperbaiki dapur dan kamar mandi ibu saya. Kalau harus pakai uang sendiri, saya tidak sanggup,” katanya. (Fex)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *