Palu, Pelitabaru.com – Di tengah tantangan kebangsaan yang kian kompleks, sosok Prof. Dr. Muhammad Khairil, S.Ag., M.Si., M.H. hadir sebagai akademisi yang menempatkan ilmu pengetahuan bukan sekadar di ruang kelas, tetapi juga di jantung kehidupan masyarakat. Sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Forum Komunikasi Dosen (FKD) Provinsi Sulawesi Tengah dan Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Tadulako, Prof. Khairil menjadikan pendidikan tinggi sebagain instrumen strategis untuk merawat perdamaian, memperkuat kebangsaan, dan membangun masa depan yang inklusif.
Lahir di Bantaeng, Sulawesi Selatan, pada 23 Oktober 1979, perjalanan intelektual Prof. Khairil ditempa oleh pengalaman akademik yang kuat dan kepekaan sosial yang mendalam. Dengan latar belakang Ilmu Komunikasi dan Ilmu Hukum yg berbasi ilmu agama yg kuat, ia mengembangkan pendekatan multidisipliner yang mampu membaca persoalan sosial keagamaan secara utuh, terutama dalam konteks Sulawesi Tengah yang memiliki sejarah konflik dan bencana. Bagi Prof. Khairil, ilmu bukan hanya untuk dipublikasikan, tetapi untuk menghadirkan solusi dan harapan.
Konsistensinya dalam mengkaji isu terorisme, deradikalisasi, agama, hukum, dan kebencanaan telah melahirkan berbagai riset strategis nasional, publikasi ilmiah bereputasi internasional, serta karya buku yang menjadi rujukan akademisi dan pengambil kebijakan. Namun, lebih dari itu, riset-riset tersebut ia turunkan langsung ke masyarakat melalui program pengabdian, pendampingan, dan penguatan ketahanan sosial berbasis komunikasi damai.
Sebagai Ketua DPW FKD Provinsi Sulawesi Tengah, Prof. Khairil memainkan peran penting dalam membangun solidaritas dan kolaborasi antar dosen lintas perguruan tinggi. Melalui FKD, ia mendorong peningkatan kapasitas riset, kualitas publikasi ilmiah, serta sinergi Tridharma Perguruan Tinggi agar lebih berdampak bagi pembangunan daerah. FKD di bawah kepemimpinannya tidak hanya menjadi wadah profesi, tetapi juga ruang pengabdian kolektif para dosen untuk masyarakat.
Dalam kepemimpinan akademik, Prof. Khairil telah mengabdikan dirinya melalui berbagai jabatan strategis, mulai dari Koordinator Program Studi, Wakil Dekan Bidang Akademik, hingga menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadulako periode 2021–2025. Ia dikenal sebagai pemimpin yang mendorong budaya akademik yang progresif, adaptif terhadap kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka, serta terbuka terhadap kolaborasi nasional dan internasional.
Dedikasi panjang tersebut mengantarkan Prof. Dr. Muhammad Khairil meraih berbagai penghargaan bergengsi, di antaranya Satya Lencana dari Presiden Republik Indonesia dan Alumni Outstanding Award dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Namun bagi dirinya, penghargaan tertinggi adalah ketika ilmu mampu menghadirkan kedamaian, memperkuat persatuan, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Melalui peran strategisnya sebagai Ketua DPW FKD Sulawesi Tengah, Guru Besar, dan pemimpin akademik, Prof. Dr. Muhammad Khairil terus meneguhkan komitmen bahwa dosen adalah agen perubahan. Dengan ilmu, integritas, dan pengabdian, ia mengajak sivitas akademika untuk bersama-sama membangun Indonesia yang damai, berkeadilan, dan berkelanjutan. (adi/*)












