Prabowo : TNI-POLRI Harus Jadi Institusi Kuat

oleh
banner 468x60

Jakarta, Pelita Baru

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya penguatan peran TNI dan Polri sebagai pilar utama penjaga stabilitas dan keamanan negara. Penegasan itu disampaikan saat Presiden memberikan arahan dalam Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri 2026 yang digelar secara tertutup di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (9/2/2026).

banner 336x280

“Bapak Presiden memberikan pengarahan-pengarahan untuk bagaimana TNI maupun Polri harus menjadi institusi yang kuat, profesional, dan terutama tadi pesan beliau adalah untuk menjadi Tentara Rakyat dan Polisi yang dicintai oleh rakyat,” jelas Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi kepada awak media usai pertemuan.

Dikatakan lebih lanjut Mensesneg, Presiden juga menyampaikan apresiasi atas peran TNI dan Polri dalam mendukung pelaksanaan program-program pemerintah selama lebih dari satu tahun masa kepemimpinannya.

Kedua institusi tersebut dinilai konsisten berada di garis depan dalam memastikan berbagai kebijakan berjalan efektif dengan orientasi utama pada kepentingan rakyat dan negara.

“TNI maupun Polri terus menjadi garda terdepan di dalam membantu dan menyukseskan seluruh program-program pemerintah yang semua program itu selalu orientasinya adalah untuk kepentingan rakyat,” tuturnya.

Lebih jauh, Presiden kembali menekankan pentingnya soliditas nasional melalui persatuan seluruh elemen bangsa, termasuk TNI dan Polri.

Penekanan ini menjadi pesan strategis agar kedua institusi terus memperkuat sinergi, meningkatkan kualitas internal, serta menjaga kekompakan dalam menghadapi tantangan nasional ke depan.

“Jadi, beliau tadi juga memberikan penekanan untuk TNI maupun Polri terus merapatkan barisan, terus memperbaiki diri, dan terutama bersatu untuk kepentingan bangsa dan negara,” pungkas Prasetyo.

Selain itu, dalam kesempatan ini, kata Prasetyo, Presiden juga menegaskan pentingnya pemberian penghargaan kepada prajurit TNI dan anggota Polri yang menunjukkan dedikasi tinggi dalam menjalankan tugas negara.

Presiden menilai penghargaan merupakan bagian penting dalam membangun motivasi serta meningkatkan profesionalitas aparat.  “Bapak Presiden memang secara khusus tadi juga menyampaikan bahwa meminta kepada pimpinan TNI maupun Polri untuk tidak ragu-ragu, kemudian juga tidak segan-segan untuk memberikan penghargaan kepada anggota TNI maupun anggota Polri yang telah menunjukkan darmabaktinya kepada bangsa dan negara,” ujarnya.

Menurut Mensesneg, bentuk penghargaan dapat diberikan melalui berbagai mekanisme di antaranya kenaikan pangkat hingga kesempatan menempuh pendidikan tingkat lanjut. “Misalnya, dalam hal bentuk kenaikan pangkat ataupun kesempatan untuk mendapatkan kesempatan melaksanakan pendidikan yang lebih tinggi lagi,” kata Prasetyo.

Saat memberikan pengarahan, Presiden juga menitipkan pesan agar TNI dan Polri terus memperkuat profesionalisme serta meningkatkan kepercayaan rakyat. “Bapak Presiden memberikan pengarahan-pengarahan untuk bagaimana TNI maupun Polri harus menjadi institusi yang kuat, profesional, dan terutama tadi pesan beliau adalah untuk menjadi Tentara Rakyat dan Polisi yang dicintai oleh rakyat,” jelasnya.

Kedua institusi juga diminta untuk terus memperkuat sinergi, meningkatkan kualitas internal, serta menjaga kekompakan dalam menghadapi tantangan nasional ke depan.

“Jadi, beliau tadi juga memberikan penekanan untuk TNI maupun Polri terus merapatkan barisan, terus memperbaiki diri, dan terutama bersatu untuk kepentingan bangsa dan negara,” pungkas Prasetyo. (fuz/*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *