Olah Raga SPSN Menjawab Keinginan Wali Kota Bekasi

oleh
banner 468x60

Bekasi, Pelitabaru.com – Dalam memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto menegaskan, pentingnya budaya hidup sehat sebagai gaya hidup masyarakat dan peningkatan kualitas kesehatan bukan hanya bergantung pada fasilitas medis, tetapi juga pada kolaborasi aktif seluruh elemen masyarakat.

Menanggapi penegasan Wali Kota Bekasi ini, pengamat kebijakan publik Abdillah Balfast S.Sos.,M.I.Kom mengatakan, kalau Wali Kota Bekasi menginginkan warganya hidup sehat, tanpa ketergantungan obat itu sangat wajar. Sebab, dengan banyaknya warga Kota Bekasi sehat dan terlepas dari ketergantungan obat, tentunya akan mengurangi biaya pengobatan untuk masyarakat.

banner 336x280

“Apalagi indeks pembangunan manusia (IPM) Kota Bekasi, kini menempati peringkat kedua tertinggi se Provinsi Jawa Barat, walaupun sektor kesehatan menjadi salah satu penyumbang terbesar peningkatan IPM tersebut,” jelasnya.

Sebagaimana kita ketahui, olah raga sekarang ini sudah merupakan gaya hidup sehat yang memberikan manfaat bagi kesehatan fisik dan mental. Dengan berolah raga teratur. Seperti, Seni Pernafasan Satria Nusantara (SPSN) dapat membantu menjaga kesehatan secara menyeluruh dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Khusus bagi masyarakat berusia lanjut, olah raga SPSN memang dianjurkan, karena olah raga pernafasan ini melatih kombinasi gerakan fisik dan teknih pernafasan yang dilakukan secara sadar dan terstruktur.

“Jadi dengan rutin berolahraga meningkatkan kebugaran dan stamina. Juga membantu memperkuat otot dan tulang, sehingga dapat mengurangi risiko cedera dan osteoporosis. Kesehatan jantungpun juga terjaga, karena dapat menurunkan tekanan darah, kolesterol, serta risiko penyakit jantung. Jadi olah raga SN bisa dikatakan menjawab keinginan Walikota Bekasi, untuk hidup sehat bagi warga Kota Bekasi,” jelas Abdillah.

Sementara itu ditempat terpisah, pelatih pusat LSPSN Jogjakarta yang ditempatkan di Cabang Marga Jaya, Kota Bekasi H Denny Ridwan kepada Pelita Baru, Minggu (14/12/25) menuturkan, saya mulai aktif di SPSN Cabang Bekasi sejak 1996 lalu atau sudah 29 tahun aktif di SN Bekasi.

Untuk menjadi pelatih nasional, prosesnya cukup panjang dan sebagai pelatih nasional diberikan kewenangan mengadakan kenaikan tingkat mulai dasar, pengendalian halus dan tingkat gabungan.

“Cuma hingga saat ini belum ada tanda-tanda dipromosikan untuk kenaikan tingkat dipengendalian keras. Saya tidak tahu kok belum ada peningkatan kewenangan untuk tingkat pengendalian keras, karena itu kewenangan dan otoritas LSPSN pusat,” terangnya.

Disinggung kesannya selama menjadi pelatih di Bekasi, Denny mengatakan, paling berkesan dalam melatih, saya bisa menambah percaya diri. Tentunya dengan terus melatih dan berlatih SN, kita bisa sehat.

Sebagai pelatih nasional saya berharap SN di Bekasi tetap eksis. Apalagi SN Bekasi, pernah mencapai masa keemasannya dengan jumlah sekitar 2.000 anggota. Namun ditahun 1998 ketika krisis ekonomi (Krismon) terjadi dan ditambah ada wabah Covid-19, jumlah anggota SN Bekasi mengalami penurunan drastis.

“Alhamdullilah sekarang untuk SN Cabang Marga Jaya jumlahnya tercatata 50 anggota aktif, jumlah anggota SN tersebut belum ditingkat lembaga SN Bekasi yang jumlahnya dipastikan ratusan anggota,” jelas Denny mengakhiri keterangannya.(ans)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *