NSI Siap Bersinergi Wujudkan Kota Bogor Menata Sistem Perparkiran Berbasis Teknologi

oleh
banner 468x60

Kota Bogor, pelitabaru.com – Di era digitalisasi seperti sekarang ini menuntut pemerintah untuk berinovasi. Apalagi di tengah efisien anggaran yang tentunya pemerintah harus memutar otak dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang selama ini menjadi nadi pembangunan.

PAD di setiap daerah memang sumbernya beragam, salah satunya dari retribusi parkir. Namun dalam prakteknya, kerap mengalami kebocoran karena sistemnya belum terbangun secara teknologi yang menyebabkan PAD tidak maksimal, dan hal ini juga terjadi di Kota Bogor.

banner 336x280

Untuk menjawab tantangan tersebut, PT Nawasena Sinergi Indonesia (NSI) punya inovasi yang hadir menawarkan solusi manajemen perparkiran berbasis teknologi digital yang dirancang untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi sekaligus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD)

Direktur Operasional dan Bisnis PT NSI, Achmad Imaddudin Sugiarto, menyampaikan bahwa sebagai perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan manajemen, mulai dari pengamanan, manajemen aset, hingga sistem perparkiran, NSI memiliki komitmen untuk mendukung transformasi Kota Bogor menuju kota pintar (smart city).

“Kami melihat Kota Bogor ini sebagai kota jasa dengan aktivitas masyarakat yang sangat dinamis. Potensinya sangat besar, terutama saat weekend dengan lonjakan wisatawan. Oleh karena itu, diperlukan inovasi teknologi untuk memonitor lalu lintas, keamanan kawasan, hingga pengelolaan parkir secara terpusat,” ujar Achmad Imaddudin Sugiarto kepada wartawan, Jumat (7/8/2026).

Pengusaha muda yang akrab disapa Kang Achmad ini menjelaskan bahwa solusi perparkiran yang ditawarkan NSI mengusung konsep 100 persen cashless dan paperless. Dimana para pengunjung maupun pengendara tidak perlu mengunduh aplikasi khusus, cukup menggunakan kartu uang elektronik maupun metode pindaian QRIS.

Disamping itu, lanjut Achmad, untuk area parkir di badan jalan (on-street), masyarakat tidak perlu bingung, karena petugas di lapangan akan dilengkapi dengan perangkat (device) khusus untuk melayani transaksi di tempat. Sementara untuk area dalam gedung (off-street), sistem dapat diintegrasikan dengan palang pintu otomatis (barrier gate) dan pos parkir.

“Keunggulan utama sistem ini adalah kemampuannya menyajikan data secara real-time. Setiap kali ada transaksi, retribusi dapat langsung masuk ke kas daerah pada detik yang sama. Langkah ini efektif meminimalisir kebocoran anggaran serta mengurangi penggunaan kertas demi menjaga lingkungan,” jelasnya.

Kemudian, mengenai keberadaan juru parkir (jukir) yang sudah ada di lapangan, Achmad menegaskan bahwa penerapan teknologi ini tidak serta-merta mengesampingkan peran warga lokal. Pihaknya justru memprioritaskan keterlibatan masyarakat sekitar.

“Prinsip kami adalah memberdayakan tenaga kerja yang sudah ada (existing). Jika Pemerintah Kota Bogor berminat mengimplementasikan sistem ini, para juru parkir yang ada saat ini akan kita berikan edukasi dan pelatihan agar mampu mengoperasikan perangkat digital tersebut,” kata Achmad.

Lebih lanjut dipaparkan Achmad, bahwa PT NSI sendiri berdiri sejak tahun 2023 dan telah menjangkau berbagai klien, termasuk sektor BUMN. Saat ini, NSI telah beroperasi di sejumlah wilayah seperti Jakarta, Jawa Tengah, hingga Sulawesi.

“Kami berharap inovasi ini dapat diterapkan di Kota Bogor, demi kemajuan daerah dan kenyamanan masyarakat,” pungkas Achmad. (hrs/*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *