Kapolda Riau, Irjen Arman: Jangan Sakiti Masyarakat, Kita Kan Juga Tidak Mau Disakiti

oleh
Istimewa
banner 468x60

Jakarta, pelitabaru.com – ‘Jangan Sakiti Masyarakat, Kita Kan Juga Tidak Mau Disakiti’, itulah kalimat yang meluncur dari seorang Irjen Pol Arman Achdiat saat ditanya wartawan terkait implementasi visi dan misi Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto.

Baginya, masyarakat merupakan bagian penting dari Polri. Karena itu, dengan tegas, mantan Kasubdit Dikmas Ditkamsel Korlantas Polri ini, langsung berkomitmen membangun kepolisian yang dekat, responsif, dan hadir bersama masyarakat di Bumi Lancang Kuning.

banner 336x280

“Jangan sakiti masyarakat. Kita sendiri kan tidak mau disakiti. Layani mereka dengan cara terbaik,” tegas Arman dikutip Selasa (6/10/2026).

Arman yakin, dengan sikap dan pelayanan terbaik kepada masyarakat, kepercayaan publik kepada institusi juga akan sangat tinggi.

“Kalau bicara polisi harus dekat dengan masyarakat, berarti semua personel harus ada empati, responsif, peduli dan loyalitas kepada masyarakat,” kata Arman lagi.

Arman pun tidak main-main dengan ini. Buktinya, ia berteked akan membina dengan tegas, jika ada personel yang dinilai kurang sensitif atau cuek terhadap keluhan warga.

Karena itu, ia meminta personel juga diminta tidak melakukan tindakan yang dapat menyakiti atau merugikan masyarakat yang seharusnya dilayani, diayomi, dan dilindungi.
“Sebagai polisi jangan sakiti masyarakat, kita sendiri kan juga tidak ingin disakiti. Berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.

Diberitakan pelitabaru.com sebelumnya, Irjen Arman Achdiat memang dikenal sangat dekat dengan masyarakat.

Perwira tinggi Polri lulusan Akpol 1992 yang juga tercatat menempuh pendidikan PTIK pada 2001 dan Sespim pada 2008 ini memang lama malang melintang di korps Lalu Lintas.

Arman yang dipercaya mengemban amanah sebagai Kapolda Riau menggantikan Irjen Herry Heryawan juga memiliki rekam jejak prestasi yang cukup luar biasa.

Saat menduduki posisi Direktur Lalu Lintas Polda NTB pada 2017, Arman menginisiasi Program Pahala dan Program Trampolin dalam upata peningkatan pelayanan dan inovasi di bidang lalu lintas. Hebatnya, dua program ini menjadi unggulan Ditlantas Polda NTB saat itu.

Tak hanya itu, juga begitu intens dengan sejumlah program yang berkenaan dengan masyarakat. Salah satu program yang menjadi perhatian Arman ketika bertugas di Korlantas adalah Kampung Tertib Lalu Lintas.

Program tersebut diarahkan untuk membangun kesadaran berlalu lintas mulai dari lingkungan keluarga hingga masyarakat. Bahkan, pada 2022, Arman juga turut meninjau dan meresmikan Kampung Tertib Lalu Lintas di Desa Padarek, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Ia juga mendorong pendidikan keselamatan berlalu lintas sejak usia dini. Dalam kegiatan Korlantas Polri, Arman terlibat dalam program integrasi pendidikan lalu lintas ke mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn).

Pendekatan tersebut diarahkan untuk membentuk budaya tertib berlalu lintas sejak lingkungan pendidikan.

Pada 2024, Arman masuk dalam daftar kandidat seleksi terbuka jabatan Direktur Strategi dan Kerja Sama Dalam Negeri di Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Dokumen PPATK mencatat jabatan Arman saat itu sebagai Kasubdit Dikmas Ditkamsel Korlantas Polri.

Setahun kemudian, karier Arman bergerak ke tingkat perwira tinggi. Dalam upacara kenaikan pangkat 22 perwira tinggi Polri pada 2025, Arman tercatat naik pangkat menjadi Brigjen Pol dan ditempatkan sebagai Pati Korlantas Polri dengan penugasan pada BIN. (don)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *