Isu Tabir Gelap Pembuka Kemajuan Bogor, Sosok Bupati Muda Patriotik Mengubah Wajah Bogor

oleh
banner 468x60

Bogor, Pelita Baru

Kabupaten Bogor sedang bertransformasi. ‘Wajah’ baru Bumi Tegar Beriman tak hanya menorehkan babak baru dalam pembangunan tapi juga kemajuan dalam berbagai aspek kehidupan. Semua itu tak lepas dari ‘campur tangan’ Rudy Susmanto yang oleh banyak kalangan ditasbihkan sebagai sosok Bupati muda yang patriotik.

banner 336x280

Aktivis sekaligus Advokat dan Ketua Kantor Hukum ABRI, Adv. H. Nur Kholis bahkan menyebut, Rudy bukan hanya suksesor seorang pemimpin muda tapi juga berhasil menanamkan semangat patriotik proklamator bangsa dengan tekadnya mengubah wajah Bogor dari bayangan masalah tersembunyi menjadi tolok ukur pembangunan nasional.

“Dengan keberaniannya dalam setiap pengamil keputusan akan pembangunan, Rudy telah berhasil membongkar “isu tabir gelap” yang selama ini menghambat perkembangan, sekaligus menjaga agar setiap langkah kebijakan tidak melenceng dari koridor hukum,” katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (7/1/2026).

Menariknya, Nur Kholis juga sedikit ‘membuka lembaran’ lama soal pesan khusus Presiden Prabowo Subianto kepada Rudy saat pencalonannya menjadi Bupati Bogor periode 2024-2029 lalu.

Pesan ‘Jangan Melakukan Korupsi’ dari Prabowo untuk Rudy, disebut Nur Kholis, bukan hanya larangan, melainkan panggilan untuk membangun pemerintahan yang berbasis integritas dan akuntabilitas sesuai dengan amanat UUD 1945.

“Hal itu jadi pegangan Rudy. Pesan itu juga menjadi arah utama bagi Rudy untuk membersihkan sistem pemerintahan, mengingat era kepemimpinan sebelumnya pernah tercoreng oleh insiden yang menyangkut proses pemberantasan korupsi di daerah,” katya Nur Kholis, yang juga ahli dalam bidang hukum dan pemberantasan korupsi ini.

Implementasi pesan itu, beber Nu Kholis, terlihat dari berbagai kebijakan ‘berani’ Rudy dalam mengelola pemerintahan daerah dibawah kendalinya. Pertama soal dana desa. Seperti diketahui, pengelolaan dana desa di Kabupaten Bogor seringkali tidak jelas, bahkan berpotensi penyimpangan yang mengancam tujuan pembangunan desa.

Hal ini dikuatkan dengan fakta, jika di tahun 2024, Pemkab Bogor mengalokasikan total Rp 599,1 miliar untuk 416 desa, dengan dasar pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 146 Tahun 2023.

“Kantor Hukum ABRI turut mengkaji dan memantau proses alokasi serta penggunaan dana ini, memastikan tidak ada penyalahgunaan dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Hasilnya, sistem “Dana Desa Terbuka” yang diluncurkan mampu meningkatkan tingkat pemanfaatan anggaran tepat sasaran menjadi 89%, dengan program pembangunan seperti renovasi sekolah dan pembuatan jembatan berjalan lancar,” bebernya.

Yang kedua, transformasi sektor pertanian dengan digitalisasi. Menurut Nur Kholis, sektor pertanian Bogor dulunya terjebak dalam sistem pasar gelap yang merugikan petani. Namun dibawah Rudy Sumanto, melalui kerja sama dengan PT Telkom, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, IPB, dan berbagai pihak lainnya, Pemkab Bogor menerapkan platform aplikasi AGREE untuk menghubungkan petani dengan pembeli, perbankan, dan penyedia sarana produksi (daerah.sindonews.com).

Nur Kholis pun memastikan bahwa kerja sama ini sesuai dengan peraturan tentang perlindungan petani dan hukum ekonomi digital, sehingga petani mendapatkan harga yang adil dan akses permodalan yang layak.

“Hebatnya lagi, pendapatan rata-rata petani meningkat sekitar 43%, dan produk pertanian Bogor kini mulai memasuki pasar internasional dengan standarisasi yang memenuhi ketentuan,” paparnya.

Poin berikutnya adalah, reformasi sistem perizinan berbasis inovasi. Proses perizinan usaha sebelumnya penuh dengan birokrasi yang rumit dan jalur tidak resmi. Tapi kini, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bogor telah menyederhanakan seluruh proses melalui platform online, dengan layanan yang dapat diakses secara terbuka (mpp.bogorkab.go.id).

“Dari hasil kajian terhadap sistem ini, Kantor Hukum ABRI memastikan kesesuaian dengan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Akibatnya, jumlah usaha baru yang berdiri meningkat 78%, dengan sebagian besar merupakan usaha milik pemuda lokal,” jabarnya.

Tak hanya dari sisi program pemerintahan, peran Bupati Rudy Susmanto dalam menyatukan semua elemen masyarakat dan pelaku usaha patut diapresiasi oleh seluruh pihak. Rudy selalu menegaskan bahwa kontraktor dan rekanan yang bekerja sama dengan Pemkab Bogor adalah mitra strategis dalam mewujudkan “Bogor Istimewa”.

“Hasilnya, banyak diantara mereka (para kontraktor-red) yang telah menunjukkan komitmen tinggi dengan menyelesaikan proyek-proyek pembangunan dengan kualitas terbaik, mulai dari pembangunan jalan raya, infrastruktur air bersih, hingga fasilitas umum lainnya,” sebut Nur Kholis.

Terkait pemberitaan masif terkait penundaan pembayaran yang muncul di media masa, Nur Kholis menilai, hal ini tentunya perlu dilihat secara objektif tanpa adanya perspektif negatif yang tidak berdasar.

Terlebih, kata Nur Kholis, menurut informasi dari Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, tim khusus telah dibentuk untuk melakukan rekonsiliasi data dan mempercepat proses verifikasi serta pembayaran kepada kontraktor dan rekanan yang berhak.

“Terlepas dari itu, sebagai pemimpin tertinggi dalam tata kelola pemerintah Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto telah mengambil langkah tegas dan bertanggung jawab untuk segera menyelesaikannya,” tegas Nur Kholis yang juga turut memberikan dukungan hukum dalam menyusun mekanisme pembayaran yang transparan dan sesuai dengan peraturan perjanjian pemerintah, memastikan kepentingan kedua belah pihak terjaga dengan baik.

Secara keseluruhan, papar Nur Kholis, Bupati Rudy Susmanto membuktikan bahwa memimpin Bogor harus didasari jiwa patriotik dan keberanian untuk menghadapi masalah inti. Perannya dalam menyatukan pemerintah, masyarakat, kontraktor, dan rekanan menjadi kekuatan kolektif yang membawa kemajuan nyata bagi daerah.

“Meskipun terdapat tantangan seperti persoalan pembayaran yang sedang diselesaikan, upaya transparan dan komitmen Rudy Susmanto untuk menyelesaikannya dengan baik menunjukkan integritas yang tinggi,” ujarnya.

“Pesan Presiden Prabowo untuk menjauhi korupsi dan membangun pemerintahan yang baik kini menjadi landasan bagi Bogor untuk menjadi contoh pembangunan daerah yang bermartabat, berkelanjutan, dan mampu menghargai kontribusi setiap pihak yang terlibat dalam perjalanan menuju Bogor Istimewa,” tambah Nur Kholis seraya menandaskan. (don)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *