Bogor, Pelita Baru
Anomali cuaca ekstrem terjadi di Kabupaten Bogor pada Kamis (12/2/2026). Terik matahari yang diwarnai dengan membirunya langit cerah membiru, tiba-tiba berubah dratis, menghitam kelam.
Hujan deras pun mengguyur. Tak hanya itu, ‘rahmat illahi’ ini pun tak datang sendiri. Ia bergandengan dengan angin kencang. Hujan badai pun tak terelakkan. Kawasan Pakansari, Cibinong jadi sasaran amuk alam.
Atap stadion kebanggaan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dan Indonesia berterbangan. Pohon-pohon yang dibeli dari kas APBD untuk menata dan mempercantik wilayah itu pun seketika luluh lantak diterjang si angin ribut. Fenomena alam atau peringatan Allah?. Wallahualam bissawab.
Yang pasti, akibat kejadian itu, satu orang warga mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bakti Pajajaran. Hal ini diakui Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Bogor, Ade Hasrat yang menyebut, korban merupakan seorang laki-laki yang saat kejadian berada di luar area GOR Laga Tangkas.
“Alhamdulillah korban hanya satu orang yang terluka di depan GOR Laga Tangkas. Sudah kami bawa ke RS Cibinong dan telah mendapatkan penanganan,” ujar Ade.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Seruan Ade memang benar. Sebab, dua hari berturut-turut ini, wilayah Kabupaten Bogor memang kerap disapa anomaly cuaca ekstrem.
Sebelumnya, hujan deras yang mengguyur wilayah Bogor menyebabkan banjir bandang di wilayah Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Rabu (11/2/2026) sore. Derasnya arus air pada banjir tersebut bahkan menyeret satu mobil yang terparkir di jalur utama menuju kawasan perumahan Taman Budaya Sentul.
Dalam sebuah video viral di media sosial, mobil tak hanya terseret air, tetapi mengalami pecah kaca bagian belakang akibat hantaman batu besar yang terbawa arus. Hantaman batu juga membuat bagian body mobil penyok.
Salah satu akun media sosial yang mengunggah video banjir bandang di Sentul sdalah @sentul_info. Dalam unggahannya akun tersebut menjelaskan banjir di Cluster Sentul Green Mountain, Speing Valley Sentul City.
Hujan deras yang terjadi Rabu (11/2/2026) malam di wilayah Kabupaten Bogor menyebabkan banjir bandang di Jalan Bali Raya Bojong Koneng, Desa Bojong Koneng, Babakan Cicarewed, Desa Cijayanti, Kecamatan Madang. Termasuk Kampung Sawah, Desa Leuwinutug, Kecamatan Citereup, Kabupaten Bogor.
“Hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung lama sehingga mengakibatkan air dari anak kali perumahan membawa material lumpur dan batu,” ucap Pranata Humas Ahli Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat, Hadi Rahmat dikutip, Kamis (12/2/2026).
Hadi Rahmat menuturkan sejumlah fasilitas akses jalan terendam banjir dan puluhan rumah terdampak mengalami kerusakan dari ringan, hingga rusak sedang. Total sebanyak 131 rumah mengalami kerusakan.
Hadi mengatakan petugas BPBD di lapangan masih melakukan kajian dan asesmen. Selain itu, memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana.
“Banjir berangsur surut. Material lumpur di jalan sedang dibersihkan oleh pengembang,” ungkap dia.
Ia melanjutkan satu unit kendaraan roda empat terbawa arus. Akan tetapi, sudah berhasil dievakuasi. Masing-masing rumah sudah dibersihkan oleh pemiliknya.
“Satu mobil ikut terbawa arus,” kata dia.
Melansir Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung, puncak hujan diprediksi terjadi hingga bulan Maret. Oleh karena itu, masyarakat diimbau waspada.
“Prediksi BMKG, Januari-Februari puncak musim hujan di tahun 2026. Namun pengalaman pada tahun 2025, meskipun dua bulan tersebut dikatakan puncak, masih ada kemungkinan bulan Maret masih menjadi puncak bahkan bisa lebih ekstrem lagi,” kata BMKG.(duan)












