Dobrak Predikat ‘Banjir Lintasan’, Kelurahan Cibuluh Tembus 6 Besar Terbaik Se-Jawa Barat

oleh
banner 468x60

Bogor, pelitabaru.com – Berawal tanpa ambisi mengejar penghargaan, Kelurahan Cibuluh, Kota Bogor, justru sukses menembus 6 besar tingkat Provinsi Jawa Barat dalam ajang Anugerah Gapura Sri Baduga. Keberhasilan ini terbilang istimewa mengingat Cibulu awalnya lebih dikenal dengan permasalahan banjir lintasan.

Lurah Cibuluh, Cucu Hanapi mengungkapkan bahwa kunci sukses kelurahannya terletak pada konsistensi penerapan konsep kerja berbasis wilayah dan inovasi penanganan stunting yang berdampak nyata.

banner 336x280

5 Konsep Kerja Andal di Wilayah

Pendekatan kerja yang diterapkan di Kelurahan Cibuluh bertumpu pada lima pilar utama: yakni pertama, SIMA (Silaturahmi Bersama): Membangun komunikasi intensif dan kedekatan dengan ketua lembaga, RT/RW, tokoh agama, serta masyarakat.

Kedua, yakni KEBAB (Kerja Bakti Bersama): Memanfaatkan silaturahmi yang erat untuk menggerakkan aksi gotong royong warga secara efektif. Ketiga, PETAKU (Peduli Warga Tidak Mampu): Memastikan penanganan langsung dan perhatian khusus bagi warga kurang mampu agar tidak luput dari pelayanan kelurahan.

Keempat, TOHAGA (Tanaman Obat dan Tanaman Hias Keluarga): Memanfaat kawasan gang dan pemukiman padat menjadi area hijau yang asri dan produktif. Kelima, TOHAGA KECANTIKAN: Memperindah lingkungan gang melalui pembenahan estetika, mural, dan pengecatan edukatif.

Selain konsep tata kelola wilayah, Cibuluh menonjol lewat program penanganan stunting bertajuk CINTA ITU PENTING (Cibulu Tuntaskan Ikhtiar untuk Penanganan Stunting). Program ini terbukti memangkas jumlah kasus balita stunting secara bertahap dari 24 anak hingga tersisa 12 anak
.
Fokus utama inovasi ini terletak pada sektor penanganan sensitif dan pencegahan melalui tiga sub-kegiatan: SEHAT CANTIK PAS: Sosialisasi dan edukasi kesehatan bagi remaja serta calon pengantin bekerja sama dengan KUA dan Puskesmas untuk mencegah anemia dan pernikahan di bawah umur.

DUTA BESTI: Edukasi pola asuh dan pemenuhan gizi terjangkau bagi ibu, balita, serta pengasuh saat penyaluran Makanan Pendamping (PMT). PEMADAM ASING: Penggalangan kepedulian dari pelaku usaha lokal untuk memberikan bantuan makanan pendamping bagi balita berisiko stunting.

Atas pencapaian hingga tingkat provinsi, Kelurahan Cibulu berpeluang menerima dana stimulan senilai Rp1 miliar. Lurah Cibulu menegaskan bahwa pengalokasian anggaran tersebut nantinya tetap mengacu pada Petunjuk Teknis (Juknis) resmi.

Rencananya, porsi terbesar dana tersebut akan diprioritaskan untuk pembangunan fisik di wilayah. Selain itu, anggaran juga dialokasikan untuk program pemberdayaan masyarakat—seperti pelatihan UMKM dan kesiapsiagaan bencana—serta pengembangan wawasan bagi pengurus RT/RW dan kader Posyandu melalui kegiatan studi banding. (her/*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *