Bupati Rudy: Menjaga Kabupaten Bogor Adalah Tanggung Jawab Kita Bersama

oleh
banner 468x60

Bogor, Pelita Baru

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Bogor untuk tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan, baik di halaman rumah, lahan kosong, maupun area terbuka lainnya.

banner 336x280

Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah pencegahan terhadap potensi kebakaran, khususnya di tengah kondisi cuaca yang kering.

Rudy Susmanto mengatakan, kondisi lingkungan yang kering membuat api lebih mudah menyebar dan dapat dengan cepat memicu kebakaran. Karena itu, masyarakat diminta tidak mengambil langkah praktis dengan membakar sampah, melainkan mengelolanya secara bijak dan bertanggung jawab.

“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bogor untuk tidak membakar sampah, baik di lingkungan halaman rumah, lahan kosong maupun area terbuka lainnya. Kondisi yang kering membuat api mudah menyebar dan memicu kebakaran. Mari kita kelola sampah dengan bijak dan bertanggung jawab,” ujar Rudy.

Menurutnya, upaya menjaga lingkungan dari potensi kebakaran membutuhkan kepedulian dan peran bersama. Hal sederhana seperti tidak membakar sampah sembarangan dapat menjadi bagian penting dalam mencegah terjadinya kebakaran yang dapat berdampak luas terhadap lingkungan dan masyarakat.

“Jangan sampai kelalaian kecil menjadi bencana besar. Mari bersama-sama kita jaga Kabupaten Bogor tetap bersih, aman dan nyaman. Menjaga Kabupaten Bogor adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk membangun kesadaran bersama dalam menjaga kebersihan sekaligus keamanan lingkungan. Dengan pengelolaan sampah yang baik dan tidak melakukan pembakaran sembarangan, diharapkan Kabupaten Bogor tetap menjadi daerah yang bersih, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengajak masyarakat Kota Bogor untuk berdoa bersama agar kebakaran yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga dan saat ini sedang dalam penanganan tim gabungan dapat segera padam.

Ajakan itu disampaikan Dedie Rachim di tengah-tengah aktivitas masyarakat di Lapangan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Sabtu (12/9/2026).

Dedie Rachim menyebut bahwa bencana bukan saja terjadi di berbagai provinsi dan daerah di Indonesia, tetapi sampai hari ini Kota Bogor juga sedang menghadapi musibah kebakaran TPAS Galuga yang terdampak dari kebakaran lahan.

“Oleh karena itu, mari bersama-sama kita doakan, mudah-mudahan Allah turunkan hujan. Mudah-mudahan kemarau yang panjang ini Allah selingi dengan hujan yang bisa memadamkan api di TPAS Galuga,” ajak Dedie Rachim sambil mengangkat kedua tangannya.

Untuk memulai doa, Dedie Rachim mengajak semua untuk menundukkan kepala, mengangkat tangan, berdoa, serta memohon kepada Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa, agar diturunkan hujan untuk memberikan pertolongan dan membantu para petugas yang sedang berjibaku, baik dari Kota maupun Kabupaten Bogor, yang masih terus menanggulangi kebakaran di TPAS Galuga.

“Hari ini mari kita bersama-sama berdoa, memohon, meminta kepada Allah agar diberikan pertolongan, diberikan hujan,” ujarnya.

Sebagai bentuk ikhtiar untuk memohon pertolongan Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa dan Maha Berkehendak, pihaknya juga akan mengadakan salat Istisqa dan doa bersama yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

Pada kesempatan yang lain, Dedie juga mengapresiasi dukungan dari sejumlah pihak, di antaranya Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) IPB dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemerintah Kota (Pemkot) Depok yang ikut membantu upaya penanganan dan pemadaman kebakaran di TPAS Galuga.

“Sejak semalam penanganan lebih intens, ada bantuan dari Damkar IPB dan Damkar Pemkot Depok. Untuk itu, terima kasih kepada Rektor IPB dan Wali Kota Depok. Namun demikian, kami masih mengharapkan water bombing dari Lanud Atang Sendjaja yang hingga kemarin, Jumat sore, sudah beberapa kali melakukan sorti, namun terkendala faktor cuaca dan hari ini mungkin ditunda. Mudah-mudahan sore atau lusa dapat kita lakukan lagi water bombing,” kata Dedie Rachim.

Dedie Rachim mengatakan seluruh potensi dan personel yang tersedia terus dimaksimalkan. Selain itu, terdapat penambahan personel dan peralatan dari jajaran dinas teknis, seperti Dinas Perumahan dan Permukiman (Perumkim) Kota Bogor. Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor turut memberikan dukungan dalam bentuk logistik serta suplai air dan kebutuhan lainnya.

“Total potensi yang kita miliki 400 personel dari berbagai elemen. Dukungan yang cukup banyak juga datang dari Pemkab Bogor, mengingat lokasi kejadian ada di daerah Kabupaten Bogor. Dukungan lainnya datang dari Korem 061/Suryakancana,” ujar Dedie Rachim.

Selain penanganan secara langsung, Pemkot Bogor juga akan meminta dukungan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terkait pelaksanaan rekayasa cuaca.

Koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus dilakukan, termasuk untuk mengidentifikasi potensi dukungan dari pihak lain, baik berupa teknologi, logistik, personel, maupun sumber daya lainnya yang dapat membantu upaya pemadaman kebakaran di TPAS Galuga. (duan/*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *