Bogor, Pelita Baru
Bak raja ‘Midas’ (raja legendaris dari mitologi Yunani yang dapat mengubah apapun yang disentuh menjadi emas-red), Rudy Susmanto berhasil membawa Kabupaten Bogor masuk peringkat istimewa.
Ya, hanya butuh satu tahun lebih sedikit menjabat sebagai Bupati, Rudy berhasil membawa Bumi Tegar Beriman ke peringkat ketiga sebagai daerah paling maju di Jawa Barat dan posisi ke-4 di tingkat regional Jawa, berdasarkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Dimana dalam data yang disajikan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) BRIN tahun 2025, Kabupaten Bogor berada di peringkat ke-3 kabupaten paling maju di Jawa Barat dengan skor 3,94. Capaian ini meningkat dari tahun 2024 yang berada di posisi ke-4 dengan nilai 3,81.
Kabupaten Bogor juga menunjukkan performa impresif di tingkat regional. Dalam skala Pulau Jawa, Kabupaten Bogor berhasil meraih peringkat ke-4 daerah paling maju dengan nilai 89,940, menandakan daya saing yang semakin kuat.
Torehan ini tentunya bukan hanya sekedar hitam diatas putih, tapi bukti akselerasi pembangunan yang konsisten. Dimana, pembangunan di Kabupaten Bogor terus menunjukkan tren positif dan berkelanjutan.
Sekedar informasi, penilaian IDSD tersebut didasarkan pada lima indikator utama, yakni Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), kualitas infrastruktur, sumber daya manusia dan pendidikan, investasi serta industri, dan pertumbuhan wilayah. Kelima indikator ini menjadi tolok ukur penting dalam menilai kemajuan suatu daerah secara komprehensif.
Terlepas dari itu, yang pasti, dibawah kepemimpinan Rudy Susmanto, berbagai program strategis terus digencarkan. Pembangunan infrastruktur dan konektivitas yang semakin baik juga memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi logistik serta peningkatan daya tarik investasi. Dengan jumlah penduduk yang besar, Kabupaten Bogor memiliki potensi pasar yang kuat dan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi di Jawa Barat.
Bahkan, dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2026, Rudy sudah menetapkan arah kebijakan pembangunan Kabupaten Bogor untuk tahun anggaran 2027. Rudy menegaskan, Pemkab Bogor terus memperkuat sinergi lintas perangkat daerah dalam menyusun perencanaan pembangunan yang terarah dan berbasis kebutuhan masyarakat.
“Bersama seluruh jajaran Pemkab Bogor, kami memastikan setiap tahapan perencanaan berjalan optimal. Seluruh usulan dari desa dan kecamatan kami integrasikan agar menjadi kebijakan yang tepat sasaran,” ujar Rudy.
Selain itu, Pemkab Bogor juga mengakomodir aspirasi masyarakat melalui anggota DPRD Kabupaten Bogor yang telah melaksanakan reses di daerah pemilihan masing-masing.
Dengan demikian, setiap program yang dirumuskan tidak muncul secara instan, melainkan melalui proses perencanaan yang matang dan berjenjang.
Dalam penetapan prioritas pembangunan 2027, Pemkab Bogor menitikberatkan pada pemenuhan hak dasar masyarakat. “Fokus pembangunan meliputi percepatan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, sektor pendidikan dan kesehatan, serta penguatan kegiatan keagamaan,” katanya.
Pemkab Bogor juga memastikan program bantuan keuangan infrastruktur desa tetap berlanjut pada tahun 2027, sebagai bentuk komitmen dalam pemerataan pembangunan hingga tingkat desa.
Lebih lanjut, Bupati Bogor menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, pemuda, serta dukungan media dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada publik.
Kemudian, Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, menegaskan pentingnya penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 yang berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat dan berlandaskan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.
Sastra Winara menyampaikan bahwa DPRD memiliki peran strategis dalam pembentukan kebijakan daerah, penganggaran, dan pengawasan.
Oleh karena itu, penyusunan RKPD menjadi tahapan krusial untuk memastikan arah pembangunan berjalan sesuai aspirasi masyarakat.
“RKPD Tahun 2027 harus mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan, mulai dari peningkatan kesejahteraan masyarakat, penguatan ekonomi daerah, pemerataan pembangunan wilayah, peningkatan kualitas pelayanan publik, hingga pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan,” ujarnya. (duan/*)












