Bogor, Pelita Baru
Bupati Rudy Susmanto terus berinovasi membangun Kabupaten Bogor. Menariknya, dalam program strategis yang diusulkan untuk tahun 2027 ini, Rudy tak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tapi juga peningkatan ekonomi lokal berpadu dengan program ketahanan pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Lalu, dimana titiknya?. Jalan Raya Bojonggede-Kemang (Bomang) menjadi fokusnya. Jalur ini akan dibangun untuk mengintegrasikan akses menuju kawasan Jalan Raya Tegar Beriman, Cibinong.
Disinilah, Rudy ingin, agar pembangunan jalan sepanjang delapan kilometer ini, tak hanya sekedar jalan biasa. Tapi, menjadi kawasan produktif yang menampilkan potensi Kabupaten Bogor, mulai dari sektor pertanian, peternakan, perikanan hingga aktivitas ekonomi masyarakat di sekitarnya.
“Pembangunan infrastruktur, ketahanan pangan, pengelolaan lingkungan, dan pertumbuhan ekonomi tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Seluruhnya harus saling mendukung agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat Kabupaten Bogor,” kata Rudy dilansir Minggu (7/6/2026).
Selain pembangunan jalan, Pemkab Bogor juga menyiapkan rencana pembangunan jembatan layang (flyover) di simpang strategis pada kawasan tersebut. Proyek itu ditargetkan mulai dibangun pada 2027.
“Kami tidak ingin hanya membangun jalan. Koridor ini harus menjadi kawasan produktif yang menampilkan potensi Kabupaten Bogor, mulai dari sektor pertanian, peternakan, perikanan hingga aktivitas ekonomi masyarakat di sekitarnya,” kata Rudy.
Sebagai bagian dari konsep pengembangan kawasan, Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) diarahkan membangun sejumlah titik tematik yang menampilkan potensi unggulan sektor perikanan dan peternakan Kabupaten Bogor yang terintegrasi dengan tata ruang wilayah.
Di sektor ketahanan pangan, Pemkab Bogor menyiapkan lahan seluas 24 hektare yang akan dikembangkan menjadi pusat percontohan pertanian (demplot) skala besar. Program tersebut akan dilaksanakan melalui kolaborasi dengan TNI sebagai upaya mendukung percepatan swasembada pangan.
Sementara itu, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distanhorbun) ditugaskan membangun fasilitas greenhouse modern untuk pengembangan tanaman buah dan komoditas hortikultura unggulan.
Menurut Rudy, keberhasilan program ketahanan pangan memerlukan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, akademisi, praktisi hingga masyarakat.
“Kawasan ini diharapkan menjadi laboratorium pertanian modern. Karena itu, kami menggandeng para praktisi yang memiliki pengalaman dan kompetensi agar pengelolaan lahan, teknologi budidaya, serta hasil produksinya dapat berjalan optimal dan berkelanjutan,” ujarnya.
Untuk mendukung pengelolaan kawasan, Pemkab Bogor juga menggandeng Jimmy Hantu sebagai pendamping teknis dalam pengelolaan lahan dan penerapan teknologi pertanian berkelanjutan.
Aspek tata air juga menjadi perhatian dalam pengembangan kawasan tersebut. Perumda Air Minum Tirta Kahuripan ditugaskan menyiapkan skema penyediaan air guna mendukung kebutuhan irigasi greenhouse, kawasan tematik perikanan dan peternakan, serta lahan demplot pertanian.
Rudy menegaskan seluruh program harus berjalan secara terintegrasi agar memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.
Melalui sinergi lintas sektor tersebut, Pemkab Bogor berharap koridor strategis sepanjang 8 kilometer itu dapat menjadi pusat pertumbuhan baru yang memperkuat konektivitas wilayah, meningkatkan produktivitas sektor pangan, membuka peluang usaha, serta mendorong pemerataan pembangunan di Kabupaten Bogor. (duan/*)












