Dosen FISIP Unida Bantu Fasilitasi Pengembangan dan Pemetaan Potensi Usaha di Desa Bojongrangkas 

oleh
banner 468x60

Bogor, Pelitabaru.com – Dosen Sains Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Djuanda (Unida) Robby Firliandoko hadir sebagai pemateri dan fasilitator dalam kegiatan Pemetaan Potensi Usaha Masyarakat di Desa Bojongrangkas, Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor pada Jumat, (19/12/2025).

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi Design Thinking sebagai pendekatan utama dalam memetakan permasalahan dan merumuskan solusi inovatif bagi pelaku usaha desa. Materi ini menekankan pada proses empati, identifikasi masalah, pengembangan ide, hingga perumusan solusi yang relevan dengan kondisi lapangan.

banner 336x280

Robby Firliandoko menjelaskan bahwa pendekatan Design Thinking melalui diskusi kelompok dilakukan agar semua peserta bisa berempati dalam menggali isu dan masalah dan setiap peserta yang memiliki berbagai latar belakang bisa memberikan insight yang berbeda dan menarik.

“Saya coba memosisikan diri saya sebagai fasilitator, memfasilitasi kawan-kawan peserta yang terdiri pengrajin, pemuda, pengusaha, ibu PKK dan pemerintah desa untuk menggali potensi melalui diskusi kelompok. Dan ternyata hasilnya sangat menarik,” ungkap pria yang juga Direktur Pelaksana Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Bogor (Kabekraf).

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Kepala Desa Bojongrangkas, Iding Habudin, yang menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif Karang Taruna dalam mendorong pengembangan potensi desa secara terstruktur dan berkelanjutan.

Karang Taruna Dharma Bakti Desa Bojongrangkas, Kecamatan Ciampea-Kabupaten Bogor menyelenggarakan kegiatan Pemetaan Potensi Desa Bojongrangkas sebagai upaya menggali dan mengoptimalkan potensi ekonomi lokal yang dimiliki desa, khususnya pada sektor industri tas yang berisi informasi jumlah bengkel, pengrajin, hingga kapasitas produksi.

Wakil Ketua Karang Taruna Desa Bojongrangkas, Yuriidul Izzata menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memetakan potensi wilayah Desa Bojongrangkas melalui identifikasi sektor industri tas yang berisi jumlah bengkel, pengrajin, hingga kapasitas produksi, sehingga dapat menjadi dasar pengembangan ekonomi desa ke depan.

“Sejak saya kecil saya ingat di desa saya ini sudah ada banyak bengkel tas, dan saat ini saya lihat ada penambahan toko hingga grosir alat dan bahan baku pembuatan tas yang artinya menandakan bahwa usaha tas di Desa Bojongrangkas terus bertumbuh,” jelasnya.

Salah satu peserta, Hari Wiryawan, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan dampak positif bagi pelaku usaha.

“Kegiatan ini memberi banyak pengetahuan dan solusi atas permasalahan yang dihadapi para pelaku usaha pengrajin tas di Desa Bojongrangkas,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Karang Taruna Dharma Bakti berharap hasil pemetaan potensi desa dapat menjadi pijakan awal dalam merancang program pemberdayaan masyarakat yang lebih tepat sasaran dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan warga Desa Bojongrangkas, Kecamatan Ciampea-Kabupaten Bogor.

Adapun beberapa rekomendasi untuk pengembangan usaha ekonomi lokal yang berbasis kemasyarakatan Desa Bojongrangkas adalah perlu adanya wadah komunikasi pengrajin dan pengusaha tas, pelatihan dan pengembangan kapasitas manajerial dan branding, serta perlu adanya galeri dan dukungan permodalan. (adi/*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *