Pemerintah Tak Butuh Bantuan Luar Negeri

oleh
banner 468x60

Jakarta, Pelitabaru.com – Indonesia memiliki kemampuan penuh untuk menangani bencana yang terjadi di sejumlah wilayah terdampak tanpa perlu menetapkannya sebagai bencana nasional. Hal itu ditegaskan Presiden Prabowo Subianto menanggapi desakan sejumlah pihak yang meminta bencana tersebut ditetapkan sebagai bencana nasional.

“Saya sampaikan terima kasih atas perhatian mereka. Indonesia mampu mengatasi ini. Situasi terkendali. Saya monitor terus,” katanya dikutip dari VOI, Selasa (16/12/2025).

banner 336x280

Presiden sendiri sudah pemerintah segera membentuk badan atau satuan tugas rehabilitasi dan rekonstruksi. Pembangunan hunian sementara dan hunian tetap menjadi prioritas utama.

Pemerintah bahkan menargetkan pembangunan sekitar 2.000 rumah mulai pekan ini, yang memungkinkan langsung difungsikan sebagai hunian permanen dengan memanfaatkan lahan milik negara.

Dari sisi anggaran, Prabowo menegaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) telah disiapkan dan mencukupi. Ia menyebut kebijakan efisiensi yang dijalankan sejak awal pemerintahannya membuat negara memiliki ruang fiskal yang kuat untuk merespons bencana secara cepat.

Pemerintah juga telah menyalurkan dana operasional langsung ke daerah terdampak. Setiap provinsi menerima Rp20 miliar, sementara 52 kabupaten dan kota masing-masing memperoleh Rp4 miliar di luar anggaran pemulihan. Dana tersebut diterima daerah hanya tiga hari setelah instruksi diberikan.

Terlepas dari itu, Prabowo menekankan setiap desa, kecamatan, dan kabupaten harus mampu bertahan ketika terjadi gangguan, termasuk terputusnya komunikasi dan distribusi akibat bencana.

Untuk itu, penguatan kembali konsep lumbung pangan dinilai menjadi kunci, mulai dari lumbung desa, kecamatan, kabupaten, provinsi, hingga lumbung nasional. Upaya tersebut sejalan dengan langkah pemerintah mendorong swasembada pangan di setiap daerah.

“Kita bersyukur begitu di tengah badai, di tengah bencana, sumber makan kita cukup. BahkanMenteri Pertanian laporan kepada saya untuk daerah-daerah terdampak bencana kita mampu dari pemerintah pusat mengirim tiga kali kebutuhan. Jadi, tidak ada alasan di daerah terdampak kesulitan pangan. Tidak ada alasan untuk khawatir karena kenyataannya kita mampu,” ujar Prabowo.

Pada kesempatan ini, Prabowo juga menyoroti tantangan logistik akibat kondisi geografis Indonesia yang luas. Ketergantungan antarwilayah dinilai berpotensi meningkatkan biaya distribusi dan harga pangan, sehingga swasembada pangan lokal menjadi solusi jangka panjang untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga.

Di tengah kondisi bencana, pemerintah memastikan pasokan pangan tetap aman. Bahkan, untuk daerah terdampak bencana, pemerintah pusat mampu mengirim bantuan pangan hingga tiga kali lipat dari kebutuhan normal.

Dengan langkah-langkah tersebut, pemerintah optimistis ketahanan pangan nasional tetap terjaga, bahkan di tengah situasi darurat dan bencana alam.

“Jadi, kita dipaksa oleh alam kita untuk masing-masing mengejar swasembada pangan. Di mana saudara bisa punya sawah-sawah untuk beras, mari kita lakukan, atau kebun-kebun jagung, sagu atau singkong. Ini adalah kunci survival kita sebagai bangsa,” jelas Presiden Prabowo. (fex/*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *